Telkom: Ekonomi Digital RI Capai US$ 130 Miliar di 2026, Modal Saingi Pemain AI Asia

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:03:31 WIB
Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 130 miliar pada 2026, menjadi modal bersaing di industri AI Asia Pasifik.

SULAWESI UTARA — Proyeksi nilai ekonomi digital Indonesia yang menembus US$ 130 miliar pada 2026 menjadi modal utama bagi industri kecerdasan buatan (AI) untuk bersaing di tingkat Asia Pasifik. Angka tersebut diperkirakan melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi US$ 360 miliar pada 2030, didorong oleh adopsi teknologi masyarakat yang kian masif.

"Memang kami melihat bahwa Indonesia ini memiliki peluang yang luar biasa sebagai pesaing bagi para pemain di kawasan Asia Pasifik," kata Dian dalam konferensi pers BATIC 2026 di Nusa Dua, Bali, Selasa (25/8).

Infrastruktur Digital Jadi PR Utama Kejar Pertumbuhan Ekonomi

Dian menekankan bahwa besarnya potensi pasar digital harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur. Tanpa dukungan konektivitas dan platform berstandar internasional, pertumbuhan ekonomi digital yang diharapkan justru berisiko mandek.

"Potensi tersebut hanya akan remain sebagai potensi kalau kita tidak bisa menerjemahkan potensi tersebut ke dalam infrastruktur digital yang mumpuni, mulai dari konektivitas hingga platform yang berstandar internasional," ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan transformasi digital saat ini tidak hanya datang dari sektor swasta. Pemerintah pusat, BUMN, pemerintah daerah, hingga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) turut mendorong percepatan adopsi layanan digital di berbagai lini.

Telkom Tak Cuma Bidik Pasar Domestik, Siap Ekspansi Regional

Telkom tidak ingin berhenti pada posisi sebagai penyedia layanan telekomunikasi dalam negeri. Perseroan menargetkan peran yang lebih luas di tingkat regional dengan menghubungkan ekosistem digital Indonesia ke pasar global.

"Kami bukan hanya ingin menjadi penyedia di Indonesia tetapi juga di regional dan menghubungkan Indonesia ke the rest of the world," kata Dian.

Langkah tersebut ditempuh melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai pelaku industri digital. Dian menilai pembangunan daya saing tidak cukup hanya mengandalkan besarnya investasi infrastruktur, melainkan juga bagaimana ekosistem digital terbangun secara menyeluruh.

"Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita membangun the whole ecosystem, karena tanpa ekosistem yang terbangun di semua sisinya tentu inovasi, kolaborasi, dan juga penciptaan nilai berkelanjutan barangkali tidak bisa dicapai," jelasnya.

BATIC 2026: Kolaborasi Digital Indonesia Makin Dilirik Global

Meningkatnya kepercayaan pelaku industri digital global terhadap Indonesia tercermin dari partisipasi ajang BATIC 2026. Jumlah delegasi tahun ini mencapai lebih dari 2.700 orang dari 67 negara, melonjak dibandingkan edisi sebelumnya yang mencatatkan sekitar 1.800 delegasi dari 55 negara.

Antusiasme tersebut juga terlihat dari total 4.200 pertemuan bisnis yang berlangsung selama acara. Dian menyebut tingginya angka ini menjadi indikasi besarnya peluang kolaborasi antarpelaku industri digital untuk menciptakan nilai tambah baru di kawasan.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top