SULAWESI UTARA — Peluncuran BRImo Taiwan dilakukan di Taipei pada Minggu (23/8) dalam acara Teman Seperjuangan Pekerja Migran Indonesia. Kehadiran layanan ini menjawab kebutuhan finansial para pekerja migran yang selama ini kerap kesulitan melakukan transaksi perbankan lintas negara secara cepat dan murah.
Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi mengatakan, BRImo Taiwan merupakan versi khusus yang berbeda dengan aplikasi di dalam negeri. Seluruh transaksi menggunakan mata uang Dolar Taiwan Baru, dan aplikasi bisa didaftarkan menggunakan nomor ponsel lokal.
"Memang khusus spesifik untuk Taiwan, jadi orang bisa bertransaksi dengan mata uang Taiwan dan juga bisa bertransaksi jika ingin mengirim ke Indonesia," kata Saladin dalam keterangan resmi yang dikutip akhir pekan ini.
Salah satu pengguna layanan BRI yang merasakan dampaknya adalah Sri Purwanti, pemilik Kedai Sri Rahayu di kawasan Chiang Kai-shek Memorial Hall, Taipei. Perempuan asal Cilacap, Jawa Tengah, ini memulai kariernya di Taiwan sebagai pengasuh anak puluhan tahun silam, sebelum akhirnya menikah dengan pria lokal dan merintis usaha kuliner.
Bisnisnya berkembang pesat. Dari satu kedai, kini Sri memiliki empat cabang dengan menu andalan Mendoan Raksasa khas Cilacap. Cabang terbaru berlokasi di TP Business Center. Sri mengakui, kemudahan akses perbankan dari BRI menjadi salah satu faktor percepatan ekspansi usahanya.
"Dulu kita susah sekali dan harus atur waktu khusus untuk ke bank. Sekarang dipermudah, kapan pun mau kirim bisa, entah itu tengah malam atau jam berapa saja. Kalau pakai BRImo prosesnya cepat, kurang dari lima menit selesai," ujar Sri.
Sebelum mengenal BRI, Sri mengaku tidak pernah memiliki rekening di bank pelat merah tersebut. Tawaran layanan dari staf BRI sekitar dua tahun lalu menjadi titik balik pengelolaan keuangan bisnisnya. Melalui BRImo, dia tidak hanya mengirim uang untuk orang tua dan keluarga di Cilacap, tetapi juga membangun rumah serta membayar kebutuhan operasional usaha.
Kedai Sri Rahayu sendiri menjadi destinasi kuliner yang ramai dikunjungi wisatawan Indonesia, warga lokal, hingga komunitas Muslim dari Palestina dan Bangladesh. Lokasinya yang dekat dengan Masjid Besar Taipei menjadikan kedai ini tempat singgah favorit untuk menikmati masakan Indonesia.
"Orang-orang Taiwan pada suka makan di sini. Orang Taiwan, orang luar juga ada. Yang banyak itu orang-orang Palestina, Bangladesh, karena muslim kan. Karena di belakang kita ini ada masjid besar, jadi kadang mereka ke sini," papar Sri.
Keberadaan BRI di Taiwan tidak hanya sebagai kanal pengiriman remitansi. Sebagai kantor cabang penuh (full branch), BRI Taipei juga menerima simpanan dari nasabah lokal maupun warga negara Indonesia. Ini menjadi lini bisnis strategis mengingat nilai transfer dana PMI ke Indonesia mencapai Rp 80 triliun setiap tahunnya.
CEO BRI Group Hery Gunardi sempat berdialog langsung dengan Sri saat berkunjung ke kedainya. Percakapan itu menguak cerita perjuangan Sri yang sempat "melarikan diri" ke Taiwan karena batal menikah, namun justru menemukan jodoh dan kesuksesan usaha di sana.
"Kepingin, hanya kepingin biar mudah makan makanan halal di Taiwan. Karena kita kan sebagai seorang muslim ya, makan di Taiwan itu susah," kenang Sri tentang awal mula merintis usaha kulinernya.
BRI memastikan bumbu masakan yang digunakan Kedai Sri Rahayu didatangkan langsung dari Indonesia agar cita rasanya tetap otentik seperti di Cilacap.