PTPN Group dan InJourney Garap Desa Wisata Lampung Selatan, 810 Bibit Kelapa Ditanam untuk HUT RI ke-81

Penulis: Edi Wahyono  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 11:31:02 WIB
PTPN Group dan InJourney menanam 810 bibit kelapa di Desa Bulok, Lampung Selatan, dalam rangka HUT RI ke-81.

SULAWESI UTARA — Desa Bulok di Kecamatan Kalianda bukan sekadar lokasi seremoni. PTPN Group dan InJourney Group menyiapkan program yang menyentuh tiga klaster sekaligus: kelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi, serta sosial dan pendidikan.

Untuk klaster lingkungan, relawan akan membersihkan pantai, membangun tempat sampah, merenovasi rumah ibadah, dan menanam 810 bibit kelapa—angka yang sengaja dipilih selaras dengan usia kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, klaster ekonomi memfokuskan diri pada pelatihan digitalisasi UMKM, manajemen media sosial, penyusunan laporan keuangan usaha, hingga peningkatan standar layanan pengelola guest house.

Adapun klaster sosial mencakup relawan mengajar, layanan Posyandu, pemeriksaan kesehatan gratis, dan rangkaian peringatan HUT RI. Total ada 12 kegiatan yang berlangsung selama empat hari penuh.

Sinergi Dua Holding BUMN: Perkebunan dan Pariwisata

Kolaborasi ini melibatkan PTPN III (Persero) sebagai holding, PTPN I (Persero) sebagai subholding, serta InJourney yang menaungi PT Angkasa Pura Indonesia dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC). Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberi dampak jangka panjang, bukan sekadar kegiatan seremonial. “Relawan Bakti BUMN 2026 merupakan wujud sinergi dan kolaborasi BUMN untuk hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat. PTPN Group bersama InJourney Group ingin memastikan bahwa kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan selama beberapa hari, tetapi menjadi awal dari kemitraan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pemilihan Desa Bulok sendiri didasari pertimbangan matang. Kawasan Pantai Teluk Nipah dinilai memiliki peluang besar sebagai destinasi wisata, namun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan lingkungan, kapasitas UMKM, layanan pariwisata, dan akses pendidikan.

Membangun Kapasitas, Bukan Sekadar Memberi Bantuan

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, menekankan pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan. Menurutnya, bantuan materiil saja tidak cukup—masyarakat harus dibangun kapasitasnya agar mampu mandiri.

“Pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya melalui bantuan, tetapi juga dengan membangun kapasitas agar mereka mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan. Melalui materi workshop yang dibuat oleh Sarinah Pandu mengenai pengelolaan keuangan, digitalisasi, dan pemanfaatan media sosial ini, kami berharap para pelaku UMKM dapat semakin adaptif, profesional, serta mampu memperluas akses pasar,” kata Herdy.

Bagi InJourney, keterlibatan di Desa Bulok juga menjadi ruang belajar bagi insan BUMN. “Kami percaya bahwa pembangunan pariwisata yang berkelanjutan harus menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari prosesnya,” tambahnya.

Momentum HUT RI: Kemerdekaan Lewat Aksi Nyata

Denaldy mengaitkan pelaksanaan program ini dengan semangat kemerdekaan. Menurutnya, HUT ke-81 RI menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus diwujudkan melalui aksi nyata, gotong royong, dan kolaborasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari dampak yang terus tumbuh setelah program selesai,” pungkasnya.

Relawan Bakti BUMN 2026 sendiri merupakan gerakan nasional yang berlangsung di 11 titik lokasi di Indonesia. Lampung Selatan menjadi salah satu lokasi dengan fokus pengembangan desa wisata berkelanjutan—sebuah uji nyata bagaimana dua holding BUMN dari sektor berbeda bisa bekerja bersama untuk masyarakat.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: sentralberita.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top