Google Pindahkan Produksi Pixel dari China ke India dan Vietnam pada 2027

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:48:31 WIB
Google akan memindahkan seluruh produksi smartphone Pixel dari China ke India dan Vietnam pada 2027.

SULAWESI UTARA — Rencana relokasi ini pertama kali diungkapkan oleh Nikkei, yang mengutip sumber dari rantai pasokan Google. Perusahaan disebut sudah mulai memindahkan produksi sebagian Pixel kelas atas ke Vietnam pada tahun ini dan hasilnya memuaskan. Keberhasilan tersebut menjadi modal bagi Google untuk memindahkan seluruh lini produksinya keluar dari China dalam dua tahun ke depan.

Keputusan ini menjadikan Google sebagai merek smartphone global kedua setelah Samsung yang memindahkan produksinya dari China. Bagi Google, Vietnam menjadi pilihan menarik karena Samsung telah membangun ekosistem manufaktur smartphone yang luas di negara tersebut, dan Google bisa memanfaatkannya.

Mengapa Google Pindah Produksi Pixel ke India dan Vietnam?

Ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China menjadi pemicu utama. Tarif impor yang tinggi, kontrol ekspor, dan risiko gangguan pasokan mendadak membuat raksasa teknologi seperti Google dan Apple mulai mendiversifikasi rantai pasokan mereka.

Selain faktor geopolitik, biaya tenaga kerja dan regulasi di China yang terus meningkat membuat India dan Vietnam semakin menarik. Kedua negara menawarkan insentif pajak dan ekosistem manufaktur yang sedang berkembang pesat. Mitra manufaktur Google seperti Compal, Foxconn, dan Pegatron telah memperluas kapasitas produksi mereka di India dan Vietnam dalam beberapa tahun terakhir, meskipun China masih menyumbang porsi signifikan dari total produksi mereka.

Target Pengiriman Pixel yang Masih Tumbuh

Berbeda dengan Apple yang sangat bergantung pada pasar China, Google tidak menjual Pixel di China. Hal ini membuat keputusan relokasi menjadi lebih mudah. Popularitas Pixel yang jauh di bawah iPhone juga berarti risiko bisnis yang ditanggung lebih kecil.

Google memperkirakan pengiriman Pixel tumbuh 8–10 persen dari sekitar 12 juta unit tahun lalu. Meskipun biaya komponen meningkat, strategi Google tahun ini tetap fokus pada pertumbuhan volume pengiriman. Seorang pemasok yang bekerja sama dengan Google dan Xiaomi mengatakan kepada Nikkei bahwa Google termasuk dari sedikit vendor smartphone yang tidak memangkas target pengiriman tahun ini.

Tantangan Produksi di Tengah Relokasi

Pertanyaannya kini adalah apakah Google mampu memindahkan produksi sambil meningkatkan output secara bersamaan. Membangun smartphone premium jauh lebih rumit dibandingkan merakit smartwatch atau earbuds nirkabel. Namun, progres yang sudah dicapai di Vietnam diyakini memberi keyakinan bagi Google untuk melanjutkan rencana ini.

Perlu dicatat, Foxconn dan Pegatron tidak akan meninggalkan operasi mereka di China. Kedua perusahaan ini tetap akan memproduksi perangkat untuk pasar domestik China dan produk yang tidak ditujukan untuk pasar Amerika Serikat.

Bagi konsumen Indonesia, kabar ini patut dipantau. Jika relokasi berjalan lancar, harga Pixel di pasar Asia Tenggara bisa menjadi lebih kompetitif karena biaya logistik dari India dan Vietnam ke Indonesia lebih murah dibandingkan dari China. Namun, Google belum memberikan pernyataan resmi mengenai dampak relokasi ini terhadap harga jual di pasar global.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: tomshardware.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top