Indeks Literasi Keuangan Sulut Capai 69,98 Persen, OJK dan BPS Catat Inklusi Tembus 94,37 Persen

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:45:02 WIB
Indeks literasi keuangan Sulawesi Utara tercatat 69,98 persen, melampaui rata-rata nasional.

MANADO — Capaian literasi dan inklusi keuangan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) berada di atas rata-rata nasional. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat indeks literasi keuangan Sulut sebesar 69,98 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 94,37 persen.

Kepala OJK SulutGo, Robert Sianipar, menyebut pencapaian ini tak lepas dari sinergi lintas sektor yang terus diperkuat. Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), OJK bersama pemerintah dan Bank Indonesia (BI) merumuskan arah serta tema strategis literasi dan inklusi keuangan yang berkelanjutan.

Perempuan Unggul, Pendidikan Tinggi Dorong Literasi

Dari aspek gender, kelompok perempuan di Sulut mencatatkan indeks literasi keuangan 72,03 persen, mengungguli laki-laki yang berada di angka 68,03 persen. Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata perempuan nasional sebesar 69,61 persen.

Kepala BPS Sulut, Watekhi, menambahkan bahwa tingkat pendidikan berbanding lurus dengan pemahaman keuangan. Penduduk yang menamatkan pendidikan perguruan tinggi mencatatkan tingkat literasi keuangan tertinggi, yakni 96,68 persen, jauh di atas rata-rata nasional untuk kelompok yang sama sebesar 93,46 persen.

"Indeks literasi keuangan Sulawesi Utara tahun 2026 secara umum berada di atas rata-rata nasional. Capaian ini menunjukkan bahwa pemahaman, keterampilan, serta kepercayaan masyarakat di daerah ini terhadap pengelolaan keuangan terus membaik," ujar Watekhi.

Masih Ada Kesenjangan di Kelompok Usia Muda dan Perdesaan

Meski capaiannya positif, OJK mencatat masih terdapat kesenjangan pemahaman di sejumlah segmen masyarakat. Kelompok usia muda, masyarakat perdesaan, dan penduduk dengan tingkat pendidikan tertentu memiliki pemahaman yang relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional.

Robert Sianipar menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program edukasi keuangan menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga pelosok daerah. "Perlu dibuat arah dan tema strategis literasi dan inklusi keuangan yang berkelanjutan agar sumber daya dapat dimaksimalkan dalam rangka mencapai pembangunan ekonomi inklusif," katanya saat memaparkan materi diseminasi di kantor BPS Sulut.

GENCARKAN dan Infrastruktur Digital Jadi Andalan

Untuk menekan kesenjangan tersebut, OJK SulutGo menjalankan langkah strategis melalui program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan). Optimalisasi aliansi strategis bersama kementerian, lembaga, akademisi, dan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) juga terus digencarkan.

Penguatan infrastruktur digital seperti platform LMSKU dan Sikapiuangmu menjadi fokus utama. Langkah ini diambil untuk mengatasi tantangan geografis Sulut yang terdiri dari banyak kepulauan serta maraknya ancaman kejahatan digital dan produk keuangan ilegal yang berpotensi merugikan konsumen.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: sulutreview.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top