SULAWESI UTARA — Episenter gempa berada di koordinat 7,28 derajat Lintang Selatan dan 109,65 derajat Bujur Timur. Lokasinya di darat, sekitar 15 kilometer arah barat laut Banjarnegara, dengan kedalaman 12 kilometer. Kepala Stasiun Geofisika Sleman Ardhianto Septiadhi menjelaskan kombinasi lokasi episenter dan kedalaman hiposenter menunjukkan gempa ini masuk kategori dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
Getaran dirasakan di Kecamatan Punggelan dan Pandanarum dengan skala intensitas II MMI. Pada skala ini, getaran terasa oleh sebagian kecil warga dan benda-benda ringan yang digantung berpotensi bergoyang. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat kejadian tersebut.
Ardhianto menyebut kejadian ini masih merupakan rangkaian gempa susulan dari gempa bermagnitudo 2,5 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 08.47.12 WIB. BMKG mengimbau masyarakat tidak mengaitkan gempa dangkal ini dengan potensi tsunami karena hasil pemodelan karakteristik gempa menunjukkan tidak ada ancaman gelombang besar.
BMKG meminta warga tetap merujuk pada informasi resmi untuk perkembangan aktivitas kegempaan. Kanal komunikasi terverifikasi meliputi Instagram/Twitter @infoBMKG, situs bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, Telegram InaTEWS_BMKG, serta aplikasi WRS-BMKG atau InfoBMKG.
Antisipasi efektif membutuhkan langkah terpadu, mulai dari memastikan konstruksi bangunan tahan gempa hingga mengamankan perabotan berat agar tidak mudah roboh. Warga juga disarankan menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan pokok dan dokumen penting.
Pemahaman rute evakuasi, titik kumpul aman, serta teknik perlindungan dasar seperti metode drop, cover, and hold on (merunduk, berlindung, dan berpegangan) krusial untuk meminimalkan risiko cedera fatal. Simulasi evakuasi berkala bersama keluarga dan rekan kerja perlu dilakukan agar setiap individu bisa merespons situasi darurat secara tenang dan terarah.