SULAWESI UTARA — Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Jawa Barat, menjadi saksi kerja keras 18 pemain timnas voli putra Indonesia sejak 5 Agustus 2026. Targetnya jelas: merebut medali di Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Jepang.
Pelatih Reidel Toiran tidak main-main dalam menyusun program latihan. Ia memutuskan untuk memprioritaskan pembentukan fisik atletnya di tahap awal pemusatan latihan ini.
Reidel Toiran mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 80 persen menu latihan diarahkan untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh. Sisa 20 persen lainnya baru dialokasikan untuk latihan teknik permainan.
Metode yang digunakan pun bervariasi, mulai dari latihan gym, sirkuit, hingga sesi di atas pasir. Para pemain menjalani dua sesi latihan setiap harinya, yakni pagi dan sore hari.
Sesi pagi difokuskan untuk membangun kemampuan aerobik, anaerobik, serta kekuatan otot dan tendon. Sementara itu, latihan sore hari lebih diarahkan pada penguasaan teknik permainan sekaligus penguatan stabilitas core.
Alasan di balik porsi latihan fisik yang besar ini cukup jelas. Persaingan di Asian Games nanti dipastikan berjalan ketat, dan kesiapan fisik menjadi prasyarat mutlak untuk bisa tampil maksimal.
“Kondisi fisik pemain harus berada pada level terbaik sebelum memasuki persaingan di Asian Games,” ujar Reidel Toiran. Ia menegaskan bahwa tanpa fondasi fisik yang kokoh, penguasaan teknik yang baik pun akan sia-sia di lapangan.
Dengan skuad yang sudah terkumpul sejak awal Agustus, tim pelatih masih memiliki waktu untuk mengasah taktik dan strategi. Namun, tahap pembentukan fisik ini menjadi prioritas yang tidak bisa dilewatkan begitu saja.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Indonesia untuk tidak hanya menjadi peserta, melainkan juga pesaing serius di kancah voli Asia. Publik pun menanti apakah formula latihan berat ini akan berbuah manis di Aichi-Nagoya nanti.