SULAWESI UTARA — Permintaan pelumas di dalam negeri terus bertumbuh, dan Pertamina Lubricants merespons dengan mengoptimalkan kapasitas pabrik terbesarnya. Production Unit Jakarta (PUJ) yang berlokasi di kawasan industri Jakarta kini memiliki empat fasilitas manufaktur utama. Selain Lube Oil Blending Plant (LOBP) berkapasitas 270.000 kiloliter (KL) per tahun, pabrik ini juga memiliki VM & Specialties Plant 14.000 KL per tahun, Grease Plant 8.000 metrik ton (MT) per tahun, dan Mini LOBP berkapasitas 3.000 KL per tahun.
Dengan kapasitas tersebut, PUJ tidak hanya memasok kebutuhan sektor otomotif dan industri di Indonesia bagian barat, seperti Sumatera dan Jawa bagian barat, tetapi juga menjadi basis produksi untuk pasar internasional. Keandalan pasokan ini ditopang oleh sistem blending otomatis yang dirancang untuk menjaga presisi formulasi dan meminimalkan risiko kontaminasi, sehingga konsistensi kualitas produk tetap terjaga.
Pertamina Lubricants mencatat rata-rata volume ekspor sekitar 11 ribu KL per tahun, atau berkontribusi sekitar 3% dari total volume penjualan perusahaan. Meski porsinya masih kecil, angka ini menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil. Manager Production Unit Jakarta, Dody Arief Aditya, mengungkapkan bahwa pasar ekspor perusahaan telah menjangkau berbagai kawasan, dengan Tanzania menjadi tujuan terbaru yang berhasil ditembus pada awal tahun 2024 ini.
“Sedikit gambaran mengenai tujuan negara ekspor kita, yang paling terakhir paling baru itu adalah Tanzania ada di Afrika, ada Filipina, mungkin sebenarnya yang paling lama itu 2007 ya Korea. Korea Selatan itu sejak 2007, kemudian Jepang, Australia, Singapura dan lain sebagainya,” ungkap Dody saat kunjungan media ke PUJ, Rabu (12/8).
Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi, menegaskan bahwa PUJ memiliki posisi strategis dalam menjaga ketersediaan pelumas sekaligus memperkuat daya saing produk di pasar global. Menurutnya, peningkatan kapasitas produksi harus berjalan seiring dengan konsistensi proses manufaktur agar kualitas produk tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.
“Production Unit Jakarta memiliki peran penting dalam memastikan pemenuhan kebutuhan pelumas masyarakat dan industri. Di saat yang sama, fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya kami memperkuat daya saing produk Pertamina Lubricants di pasar internasional,” kata Rika.
“Karena itu, kami terus mengoptimalkan teknologi dan fasilitas produksi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan kualitas yang terjaga,” tambahnya.
Keandalan pasokan Pertamina Lubricants tidak hanya bertumpu pada kapasitas pabrik. Perusahaan juga memiliki jaringan pemasaran yang mencakup tujuh Sales Region dan 134 distributor yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan ini menjadi tulang punggung distribusi produk ke seluruh pelosok negeri, memastikan pelumas berkualitas tersedia bagi konsumen industri maupun ritel.
Dari sisi operasional, PUJ menerapkan aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE) pada seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penerimaan bahan baku, proses blending dan filling, hingga penyimpanan serta distribusi. Komitmen terhadap keselamatan dan lingkungan ini menjadi bagian integral dari proses produksi untuk memastikan keberlanjutan operasional jangka panjang.
Dengan kapasitas produksi yang besar, diversifikasi fasilitas manufaktur, serta dukungan jaringan distribusi domestik dan ekspor, PUJ menjadi salah satu fasilitas strategis Pertamina Lubricants dalam menjaga ketersediaan pelumas nasional sekaligus memperluas penetrasi produk Indonesia di pasar internasional. Kehadiran di Tanzania menjadi bukti nyata bahwa produk pelumas dalam negeri mampu bersaing di kancah global.