PSG Juara Piala Super Eropa 2026, Luis Enrique Sebut Mentalitas Pemain Jadi Kunci Taklukkan Aston Villa

Penulis: Dedi Supriadi  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:22:01 WIB
PSG mengukuhkan diri sebagai juara Piala Super Eropa 2026 setelah menaklukkan Aston Villa dengan skor 2-1.

SULAWESI UTARA — Kemenangan ini mengukuhkan PSG sejajar dengan AC Milan dan Real Madrid sebagai klub yang mampu meraih Piala Super Eropa secara back-to-back. Namun di balik torehan manis tersebut, pelatih Luis Enrique justru menekankan satu hal yang menurutnya lebih penting dari sekadar taktik di atas kertas: mentalitas para pemainnya.

Mentalitas Jadi Pembeda di Laga yang Sulit Dipersiapkan

Enrique mengakui persiapan pertandingan ini jauh dari kata ideal. Jadwal padat pramusim membuat para pemainnya kelelahan dan minim waktu istirahat. Meski demikian, ia menilai semangat juang skuadnya tidak pernah surut setiap kali berseragam PSG.

"Pertandingan ini sulit dipersiapkan. Para pemain membutuhkan istirahat dan waktu bersama keluarga mereka, tetapi setiap kali mereka mengenakan seragam Paris Saint-Germain, ada ikatan dengan para penggemar, dan di antara para pemain itu sendiri. Apa yang kami tunjukkan lagi hari ini adalah bahwa, terlepas dari kesalahan dan banyak hal yang kurang, kami adalah tim yang selalu kami inginkan," kata Enrique usai pertandingan dikutip dari laman PSG.

Pelatih asal Spanyol itu juga menyoroti kontribusi para pemain pengganti yang dinilainya sama pentingnya dengan starter. "Kita selalu membicarakan para pemain yang memulai pertandingan, tetapi sangat penting untuk siap masuk sebagai pemain pengganti, terutama dalam pertandingan seperti ini. Semua pemain memiliki pemahaman yang sama, dan itu sangat penting, karena untuk memenangkan trofi besar, Anda membutuhkan semua orang untuk bekerja sama," ucapnya menambahkan.

Drama Dua Babak: Keunggulan PSG, Balasan Cepat Villa, dan Gol Kontroversial

PSG tampil agresif sejak menit awal. Peluang pertama lahir pada menit ke-20 lewat Desire Doue, namun tembakannya masih bisa diamankan kiper Aston Villa, Marco Bizot. Lima menit berselang, gawang Villa akhirnya jebol. Khvicha Kvaratskhelia melepaskan tembakan keras ke tengah gawang setelah menerima umpan dari Doue.

Aston Villa merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Brian Madjo sempat membuang peluang emas pada menit ke-28, namun sang pemain berusia 17 tahun menebusnya tepat sebelum turun minum. Memanfaatkan umpan silang John McGinn, sontekannya pada menit ke-45 mengubah skor menjadi 1-1. Gol tersebut sekaligus mencatatkan namanya sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Super Eropa.

Babak kedua berjalan lebih sengit. McGinn nyaris membawa Villa berbalik unggul pada menit ke-50, tetapi tembakannya ditepis Matvey Safonov. PSG akhirnya kembali memimpin pada menit ke-61 melalui Doue. Gol tersebut sempat dianulir karena offside, namun disahkan setelah pemeriksaan VAR. Skor 2-1 bertahan hingga akhir pertandingan.

Catatan Buruk Unai Emery di Piala Super Eropa Berlanjut

Bagi pelatih Aston Villa, Unai Emery, kekalahan ini memperpanjang catatan buruknya di ajang tersebut. Ia kini selalu kalah dalam empat kesempatan tampil di Piala Super Eropa sepanjang karier kepelatihannya.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top