SULAWESI UTARA — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Kasim kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga pasokan energi di wilayah paling timur Indonesia. Dalam kunjungan kerja yang dilakukan pekan ini, manajemen perusahaan menyoroti langsung kesiapan operasional kilang serta evaluasi rantai pasok bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi tulang punggung distribusi energi di Papua dan Maluku.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Tim manajemen yang dipimpin langsung oleh Muhammad Yasir Arofat meninjau secara detail jalur pengolahan dan mengevaluasi efisiensi pendistribusian. Fokus utamanya adalah memastikan seluruh mata rantai pasokan, mulai dari kilang hingga ke tangan konsumen, dapat berjalan tanpa hambatan berarti.
Dalam arahannya di lapangan, Yasir Arofat memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para pekerja Kilang Kasim. Ia menilai bahwa kinerja yang solid selama ini menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas pasokan energi di garda terdepan Indonesia.
"Kehandalan kilang yang terjaga dengan baik, disandingkan dengan langkah-langkah pengembangan kilang yang sedang berjalan saat ini, merupakan pijakan strategis yang sangat baik dalam menjamin keberlanjutan pasokan BBM di wilayah Timur Indonesia," ujarnya.
Yasir juga menekankan pentingnya sinergi antar lini. Menurutnya, komunikasi yang erat antara tim pengolahan dan tim distribusi adalah kunci untuk membangun rantai pasok yang tangguh dan siap menghadapi lonjakan kebutuhan energi di masa depan.
Di sisi lain, General Manager Kilang Kasim, Hadi Siswanto, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menggarap proyek pengembangan yang diberi nama Open Access. Proyek ini dirancang bukan hanya untuk meningkatkan kapasitas kilang, tetapi juga untuk membuka peluang sinergi baru yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat setempat.
"Pengembangan Project Open Access di Kilang Kasim dirancang untuk membuka peluang dan kesempatan bagi sinergitas yang mampu menambah value baru, baik bagi percepatan roda ekonomi maupun efisiensi distribusi produk-produk yang dibutuhkan masyarakat," jelas Hadi.
Ia menambahkan, inovasi ini menjadi bukti bahwa Kilang Kasim tidak hanya berhenti pada operasional harian, melainkan terus berekspansi untuk memberikan nilai tambah. Hadi menegaskan bahwa pihaknya terbuka untuk menjalin kerja sama erat dengan seluruh pemangku kepentingan demi menjaga keberlangsungan pasokan BBM yang aman dan andal.
"Kilang Kasim berkomitmen untuk terus membuka peluang kerja sama yang erat antar seluruh lini penjaga ketahanan energi nasional. Sinergi ini sangat krusial demi memastikan keberlangsungan rantai pasokan BBM yang aman, andal, serta berkelanjutan bagi seluruh masyarakat di wilayah Timur Indonesia," pungkasnya.
Dengan adanya koordinasi intensif ini, Pertamina menegaskan posisinya sebagai penjaga utama ketahanan energi nasional. Integrasi rantai pasok yang efektif di Kilang Kasim diharapkan mampu menjawab tantangan distribusi energi yang kerap terkendala kondisi geografis di Indonesia bagian timur.