Parenting Anak Usia Sekolah: SDIT Salsabila Sleman Bekali Orang Tua 5 Jurus Agar Anak Berprestasi

Penulis: Edi Wahyono  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 08:37:01 WIB
Orang tua mengikuti sesi praktik teknik pendampingan anak dalam kegiatan parenting di SDIT Salsabila Klaseman, Sleman, Sabtu (25/7/2026).

SULAWESI UTARA — Memasuki tahun ajaran baru, banyak orang tua yang kembali dihadapkan pada satu pertanyaan: sudah sejauh mana peran saya dalam mendukung prestasi anak di sekolah? Jawabannya mungkin tidak sesederhana sekadar menanyakan PR atau menandatangani rapor. Sebuah kegiatan parenting di SDIT Salsabila Klaseman, Ngaglik, Sleman, Sabtu (25/7/2026), justru menegaskan bahwa kunci keberhasilan anak terletak pada kekompakan dua pihak: orang tua dan guru.

Acara yang digelar di Masjid Tarbawi dalam rangka memperingati Hari Anak Indonesia ini menghadirkan praktisi parenting, Saiful Haq atau Kak Sha. Ia memperkenalkan konsep yang ia sebut sebagai "5 Jurus Parenting" untuk membantu para ibu dan ayah memahami karakter serta gaya belajar si kecil.

Mengapa Sinergi Rumah dan Sekolah Menentukan Prestasi Anak?

Kepala SDIT Salsabila Klaseman, H. M. Zaelani, M.A., menegaskan bahwa pendidikan berkualitas tidak bisa hanya bertumpu pada sekolah. Orang tua adalah pendidik pertama yang membentuk karakter anak, sementara guru berperan mengembangkan potensinya secara akademik.

“Anak akan berkembang secara optimal apabila sekolah dan orang tua memiliki visi yang sama, saling berkomunikasi, saling mendukung, dan berjalan seiring dalam mendidik. Ketika rumah dan sekolah kompak, insyaallah anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berprestasi, dan berakhlak mulia,” ujarnya di hadapan ratusan wali murid.

Artinya, apa yang diajarkan guru di kelas harus diperkuat kembali di rumah. Nilai-nilai positif yang ditanamkan keluarga juga perlu mendapat dukungan dari lingkungan sekolah. Jika salah satu pihak berjalan sendiri, hasilnya tidak akan maksimal.

5 Jurus Parenting ala Kak Sha untuk Mendampingi Anak

Dalam materinya yang bertajuk "Jembatan Prestasi: Membangun Sinergi Hebat Antara Orang Tua dan Guru", Kak Sha menekankan bahwa komunikasi terbuka, saling percaya, dan keteladanan adalah fondasi utama. Berikut lima pendekatan yang bisa dicoba di rumah:

1. Hypnotherapy
Bukan berarti menghipnotis anak, melainkan menggunakan sugesti positif saat anak berada dalam kondisi rileks, misalnya menjelang tidur. Kalimat afirmasi yang diucapkan dengan lembut dapat membangun kepercayaan diri anak.

2. Gentle Touch (Belaian Mujarab)
Sentuhan fisik yang hangat seperti mengelus kepala atau memeluk anak terbukti mempererat kedekatan emosional. Dalam sesi ini, para orang tua mempraktikkan langsung teknik ini dan merasakan bagaimana sentuhan bisa menenangkan serta membuat anak merasa aman.

3. Blood Types
Kak Sha memperkenalkan pendekatan memahami karakter anak berdasarkan golongan darah. Ini bukan untuk melabeli, melainkan sebagai salah satu cara untuk mengenali gaya komunikasi yang paling pas untuk setiap anak.

4. Learning Styles
Setiap anak memiliki gaya belajar berbeda: visual, auditori, atau kinestetik. Dengan mengenali gaya ini, orang tua bisa membantu anak belajar lebih efektif di rumah tanpa harus memaksakan satu metode.

5. Effective Communication
Kunci dari segalanya adalah komunikasi. Dengarkan anak tanpa menghakimi, gunakan bahasa yang positif, dan pastikan pesan yang kita sampaikan diterima dengan baik oleh anak.

Peran Orang Tua di Tahun Ajaran Baru

Koordinator kegiatan, Mulyono, menyampaikan bahwa parenting ini menjadi langkah awal membangun kolaborasi yang lebih erat antara keluarga dan sekolah. Antusiasme ratusan orang tua yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman menunjukkan kesadaran yang semakin meningkat.

Mereka tidak lagi memandang guru sebagai satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas nilai anak di rapor. Justru, kualitas komunikasi dan kasih sayang di rumah menjadi penentu utama bagaimana anak menyerap pelajaran di sekolah.

Menutup sesi, Kak Sha mengingatkan sebuah pesan yang patut direnungkan menjelang tahun ajaran baru ini.

“Prestasi anak bukan hasil kerja sekolah saja, bukan pula hasil kerja orang tua semata. Prestasi lahir ketika rumah dan sekolah berjalan seirama, saling percaya, saling menguatkan, dan bersama-sama mendidik anak dengan cinta,” tuturnya.

Jadi, sebelum menuntut anak mendapatkan nilai sempurna, mari pastikan dulu apakah kita sebagai orang tua sudah berjalan seirama dengan guru di sekolah. Karena anak akan berkembang optimal ketika dua lingkungan terpenting dalam hidupnya saling mendukung.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: nasionalnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top