SULAWESI UTARA — Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 menjadi panggung bagi Hyundai Motors Indonesia (HMID) untuk merombak strategi produknya. Bukan hanya memamerkan kendaraan baru, pabrikan asal Korea ini langsung mengumumkan kebijakan harga yang berdampak langsung ke kantong konsumen. Tema yang diusung, 'Deliver Meaningful Innovation, Definitely Can Do', terdengar klise, tapi eksekusi di lapangan cukup berbobot.
Ini yang paling menarik perhatian kelas menengah. HMID mengumumkan penyesuaian harga permanen untuk seluruh varian STARGAZER Cartenz dan Cartenz X. Fransiscus Soerjopranoto, COO PT Hyundai Motors Indonesia, menegaskan bahwa ini bukan promosi temporer, melainkan komitmen jangka panjang. Artinya, harga ini akan bertahan, bukan sekadar gimmick pameran.
Dengan harga mulai Rp 241,4 juta (OTR Jakarta) untuk varian Trend MT, MPV ini langsung masuk zona perang harga dengan kompetitor sekelas Toyota Avanza atau Mitsubishi Xpander. Untuk varian tertinggi, Prime HSS IVT, banderolnya Rp 318 juta. Opsi kursi kapten dan cat matte masih dikenakan biaya tambahan Rp 3,5 juta masing-masing. Yang perlu dicatat: penurunan harga ini tidak disertai pemangkasan fitur—setidaknya klaim dari HMID seperti itu.
Di sisi kendaraan listrik, Hyundai membawa dua kendaraan yang mewakili masa depan dan masa kini. Pertama, IONIQ 9 resmi debut di Indonesia. SUV listrik tiga baris ini adalah saudara dari Kia EV9, dan akan menjadi flagship EV Hyundai di pasar kita. Belum ada detail spesifikasi final untuk Indonesia, tapi kehadirannya di GIIAS menandakan Hyundai serius membawa mobil listrik berkapasitas besar ke sini—langsung bersaing dengan Mercedes EQS SUV atau BMW iX.
Kedua, ada prototipe NIERA. Hyundai masih merahasiakan spesifikasi teknisnya, tapi dari penampilannya, NIERA diposisikan sebagai SUV listrik yang lebih kecil dan mungkin lebih terjangkau dari IONIQ 9. Ini adalah sinyal bahwa Hyundai tidak hanya bermain di segmen atas, tapi juga menyiapkan EV untuk pasar volume. Namun, karena masih prototipe, kita belum bisa bicara soal jarak tempuh atau harga.
Meski tema GIIAS tahun ini menekankan keseimbangan antara ICE, hybrid, dan EV, sayangnya detail produk hybrid yang dimaksud masih minim. Kenny Lee, President Director HMID, menyebut portofolio hybrid sebagai bagian dari strategi jangka panjang, tapi tidak ada peluncuran model hybrid baru yang spesifik di panggung GIIAS 2026 ini. Bagi konsumen yang menunggu opsi hybrid di segmen MPV atau SUV, pameran tahun ini belum memberikan jawaban konkret.
Selain itu, penurunan harga STARGAZER Cartenz memang menarik, tapi perlu diingat bahwa harga tersebut adalah OTR Jakarta. Di luar Jawa, biaya pengiriman dan pajak bisa membuat selisih harga dengan kompetitor menjadi lebih tipis.
Langkah Hyundai di GIIAS 2026 cukup berani. Menurunkan harga secara permanen di saat inflasi komponen masih tinggi adalah sinyal bahwa mereka ingin mengamankan pangsa pasar MPV yang selama ini didominasi pemain lama. Sementara itu, kehadiran IONIQ 9 dan NIERA menunjukkan Hyundai tidak mau ketinggalan dalam perlombaan EV.
Bagi Anda yang sedang mencari MPV keluarga 7-penumpang dengan fitur keselamatan modern dan desain agresif, STARGAZER Cartenz dengan harga baru ini layak masuk daftar pendek. Tapi untuk yang menunggu EV, IONIQ 9 masih misteri soal harga finalnya. Yang jelas, GIIAS tahun ini membuktikan satu hal: Hyundai tidak datang setengah-setengah.