SULAWESI UTARA — Peluang Lionel Messi untuk kembali merebut Ballon d'Or 2026 mendapat angin segar langsung dari pihak penyelenggara, France Football. Majalah asal Prancis itu menegaskan bahwa regulasi penghargaan tersebut sudah tidak lagi membatasi pemain yang berkarier di luar Eropa.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari One Football, France Football menjelaskan evolusi kriteria Ballon d'Or sejak pertama kali digagas pada 1956. Awalnya, trofi ini hanya diperuntukkan bagi pemain Eropa yang bermain di liga Eropa.
"Sejak tahun 2007, tidak ada batasan: Ballon d'Or diberikan kepada pemain terbaik di dunia, tanpa pengecualian," tulis France Football dalam artikelnya. Ini menjadi dasar hukum yang membuka jalan bagi Messi, yang kini berusia 39 tahun dan membela Inter Miami.
Nama Messi kembali masuk dalam pusaran perburuan Ballon d'Or setelah penampilan impresifnya mengantar Argentina lolos ke final Piala Dunia 2026. Tim Tango akan berhadapan dengan Spanyol pada Senin (20/7) dini hari WIB.
Apabila Argentina keluar sebagai juara dunia, Messi disebut-sebut akan menjadi favorit utama peraih Ballon d'Or tahun ini. Prestasi di MLS 2025 turut memperkuat posisinya: Messi sukses membawa Inter Miami juara Major League Soccer dan terpilih sebagai Pemain Terbaik MLS 2025.
Kabar ini sekaligus memanaskan kembali perdebatan soal kriteria Ballon d'Or yang selama ini identik dengan performa di klub Eropa dan gelar Liga Champions. Messi tidak lagi bermain di kompetisi elite Eropa, namun France Football menegaskan bahwa hal itu bukan lagi penghalang.
Preseden serupa sudah terjadi saat Messi memenangkan Ballon d'Or 2023. Kala itu, ia sudah tidak berstatus pemain Eropa karena telah pindah ke Amerika Serikat. "Untuk menjawab pertanyaan itu, ada sedikit sejarah," kata France Football dalam artikelnya, merujuk pada perubahan regulasi yang sudah berlangsung hampir dua dekade.
Terlepas dari hasil akhir final Piala Dunia 2026, nama Messi dipastikan masuk dalam daftar nominasi Ballon d'Or 2026.