SULAWESI UTARA — Kesepakatan antara FIFA dan EFC yang diumumkan pekan ini menandai babak baru hubungan kedua organisasi. EFC, yang dipimpin presiden Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi, sebelumnya telah menjalin pola kerja sama serupa dengan UEFA. Hasilnya, pendapatan media dan sponsor Liga Champions meningkat 25 persen untuk siklus 2027 mendatang.
Turnamen perdana beregu 32 tim di Amerika Serikat tahun lalu menyisakan catatan pahit: juara Inggris, Spanyol, dan Italia justru absen. FIFA saat itu membatasi partisipasi hanya untuk empat mantan juara Liga Champions dan delapan klub dengan koefisien UEFA tertinggi, plus batas maksimal dua klub per negara.
EFC kini mendorong pencabutan batasan tersebut. Arsenal, Liverpool, dan Manchester City—yang saat ini menghuni delapan besar koefisien UEFA—akan menjadi calon kuat jika aturan diubah. "Tim-tim terbesar dari liga top Eropa harus mendapat tempat," demikian sumber internal EFC menyiratkan ambisi mereka.
Uang menjadi motor utama perluasan ini. Chelsea meraup sekitar 84 juta pound sterling dari kemenangan mereka di turnamen perdana—angka yang membuat klub-klub besar Eropa lainnya tergiur. Total hadiah yang dibayarkan FIFA mencapai 740 juta pound, dengan Chelsea sebagai juara mengantongi porsi terbesar.
Namun, masih ada pekerjaan rumah yang mengganjal. Dana solidaritas sebesar 185 juta pound untuk klub-klub di seluruh dunia dari edisi 2025 belum tersalurkan. Enam konfederasi belum mencapai kata sepakat soal formula redistribusi. EFC menjadikan penyelesaian masalah ini sebagai prioritas sebelum fokus ke edisi 2029.
Kerja sama ini mencerminkan meredanya ketegangan antara FIFA dan klub-klub elit Eropa. Real Madrid, yang sempat menarik diri dari proyek Liga Super Eropa, kini telah kembali ke dalam lingkaran EFC. Sebelumnya, FIFA bersikeras mengelola sendiri edisi pertama di AS, namun pendekatan itu justru memicu gesekan.
Dengan struktur baru yang melibatkan EFC sebagai mitra penyelenggara, FIFA optimistis nilai komersial turnamen akan melonjak. Jika perluasan menjadi 48 tim terealisasi, Piala Dunia Antarklub 2029 berpotensi menjadi ajang paling bergengsi dengan partisipasi nyaris semua raksasa Eropa dalam satu panggung.