Gempa M 3,2 Guncang Cianjur Dini Hari, Warga Cilaku dan Cugenang Rasakan Getaran Skala III MMI

Penulis: Dedi Supriadi  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 08:49:31 WIB
Gempa magnitudo 3,2 mengguncang Cianjur pada dini hari tanpa menimbulkan kerusakan.

SULAWESI UTARA — BMKG melaporkan pusat gempa berada di darat, sekitar tujuh kilometer arah barat Kabupaten Cianjur. Titik koordinat gempa tercatat pada 6,84 Lintang Selatan dan 107,08 Bujur Timur.

“Gempa dirasakan Magnitudo: 3,2 pada Rabu, 24 Juni 2026 03:47:49 WIB,” demikian bunyi rilis resmi BMKG yang diterima redaksi.

Skala III MMI: Goyangan Terasa, Kerusakan Nihil

Skala III MMI berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang, terutama yang sedang beristirahat atau dalam posisi diam. Dalam laporan BMKG, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu hias dilaporkan bergoyang. Jendela kaca ikut bergetar.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat kejadian tersebut. Dua kecamatan yang merasakan dampak paling signifikan adalah Cilaku dan Cugenang. Keduanya merupakan wilayah yang cukup padat di sisi barat Kabupaten Cianjur.

Rekor Sepekan: 24 Gempa Signifikan di Indonesia

BMKG mencatat dalam sepekan terakhir, aktivitas seismik di Indonesia cukup tinggi. Setidaknya telah terjadi 24 kali gempa bumi signifikan yang dirasakan oleh masyarakat. Variasi magnitudo dan kedalaman tercatat berbeda-beda.

Salah satu gempa yang juga menjadi perhatian pekan ini adalah gempa magnitudo 4,9 yang mengguncang Bengkulu Selatan. Gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi tsunami, serupa dengan gempa di Cianjur dini hari tadi.

BMKG mengimbau masyarakat di kawasan rawan gempa untuk tetap tenang dan waspada. Pastikan bangunan rumah memiliki struktur yang kokoh. Hindari panik saat merasakan guncangan. Informasi resmi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG untuk menghindari hoaks.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top