SULAWESI UTARA — Jakarta Selatan menjadi kawasan paling banyak dikunjungi, menurut data BPS. Kombinasi gaya hidup modern, pusat kuliner, ruang terbuka hijau, dan pilihan hotel yang lengkap untuk kebutuhan bisnis maupun staycation menjadi daya tarik utama. Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke ibu kota mencapai lebih dari 2,5 juta orang per tahun.
Archipelago Hotels menghadirkan program flash campaign yang berlaku selama satu hari untuk seluruh jaringan hotelnya di wilayah Jakarta. Promo ini menjadi bagian dari perayaan HUT Jakarta ke-499 sekaligus mengajak masyarakat menikmati pesona ibu kota melalui pengalaman menginap yang lebih terjangkau.
“Program ini kami rancang agar warga Jakarta bisa merayakan ulang tahun kota dengan cara berbeda, menikmati berbagai sisi menarik metropolitan yang terus berkembang,” demikian pernyataan manajemen Archipelago Hotels dalam siaran pers, Sabtu (20/6).
Seiring perkembangan sektor pariwisata dan perhotelan, Jakarta kini tak lagi sekadar menjadi kota transit atau pusat bisnis. Banyak wisatawan mulai menjadikan ibu kota sebagai destinasi urban untuk menikmati akhir pekan, berburu kuliner, hingga mengeksplorasi kawasan bersejarah dan pusat hiburan modern.
Dengan berbagai pilihan hotel yang tersebar di sejumlah kawasan strategis, Jakarta menawarkan pengalaman staycation yang praktis tanpa harus bepergian jauh. Kehadiran promo dari Archipelago Hotels diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk merayakan ulang tahun Jakarta dengan cara yang berbeda.
Selain menjadi rumah bagi beragam budaya dan sejarah, Jakarta terus bertransformasi menjadi kota yang semakin ramah bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan domestik yang mencapai 8,6 juta perjalanan per bulan menjadi bukti bahwa ibu kota semakin dilirik sebagai destinasi pilihan.
Menjelang usia Jakarta yang hampir menginjak lima abad, berbagai pihak terus mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi. Promo perhotelan semacam ini diharapkan mampu mendongkrak okupansi hotel sekaligus memperkenalkan sisi lain Jakarta yang kerap luput dari perhatian publik.