SULAWESI UTARA — Kebutuhan akan docking station kini tidak bisa ditawar lagi. Produsen ultrabook semakin agresif memangkas jumlah port fisik demi mengejar ketipisan bodi. Akibatnya, menghubungkan monitor eksternal, hard drive, hingga kartu memori secara bersamaan membutuhkan perangkat perantara. Dua standar koneksi yang mendominasi pasar saat ini adalah USB-C dan Thunderbolt, dengan Thunderbolt 5 menjadi yang tercepat di kelasnya.
Tim penguji dari Tom's Hardware telah melakukan benchmark ekstensif terhadap puluhan model di pasar global. Berikut adalah tujuh rekomendasi terbaik yang layak dipertimbangkan, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.
Jika Anda belum memiliki perangkat dengan port Thunderbolt 5, Amazon Basics Thunderbolt 4 Pro adalah pilihan paling rasional. Dengan harga sekitar USD 200 (estimasi Rp 3,3 juta), dock ini menawarkan kecepatan transfer dua arah hingga 40 Gbps dan daya pengisian 96 watt untuk laptop.
Dimensinya cukup ringkas: 7,86 x 2,95 x 1,23 inci, dengan sirip pendingin di sisi bodi untuk membuang panas. Port yang tersedia meliputi slot SD, port Ethernet 2.5 GbE, dan dukungan untuk dua monitor 4K@60Hz. Kekurangannya, kecepatan dan daya maksimalnya tidak setinggi saudaranya yang berbasis Thunderbolt 5.
WAVLINK WL-UTD58-M menjadi primadona di kelas value Thunderbolt 5. Dock ini mendukung kecepatan transfer hingga 80 Gbps (120 Gbps satu arah) pada tiga port downstream-nya. Fitur paling menarik adalah slot M.2 internal di bagian bawah yang bisa diisi SSD PCIe 4.0—solusi praktis untuk menambah penyimpanan tanpa colok flash drive tambahan.
Dengan harga USD 399 (estimasi Rp 6,6 juta), Anda mendapatkan empat port USB-A, slot microSD dan SD, port 2.5 GbE, serta kemampuan menyuplai daya ke tiga monitor 4K pada refresh rate 144 Hz. Ukurannya sedikit lebih besar dari Amazon Basics, yaitu 8,6 x 3,8 x 1,38 inci.
CalDigit TS5 Plus dirancang untuk pengguna yang tidak mau kompromi. Total ada 20 port yang tersedia, termasuk DisplayPort 2.1 dan port Ethernet 10 GbE—kecepatan jaringan yang biasanya hanya dipakai di server atau workstation kelas atas. Di bagian depan, terdapat slot microSD/SD dan satu port USB-A untuk akses cepat.
Dock ini kompatibel dengan PC Windows dan Mac, meski beberapa fitur premium seperti dukungan monitor resolusi sangat tinggi lebih optimal di ekosistem Windows. Sayangnya, spesifikasi detail seperti harga belum disebutkan secara resmi, namun diposisikan sebagai produk premium.
Ivanky FusionDock Ultra membawa filosofi "lebih banyak lebih baik" ke level baru. Dengan 26 port, dock ini memiliki empat port Thunderbolt 5 downstream, tujuh port USB-C, HDMI 2.1, DisplayPort 2.1, dan port 10 GbE. Jumlah port yang luar biasa ini memungkinkan pengguna MacBook Pro misalnya, menghubungkan hampir semua perangkat sekaligus tanpa perlu hub tambahan.
Meski spesifikasinya menggiurkan, perlu dicatat bahwa tidak semua pengguna membutuhkan port sebanyak ini. Produk ini paling cocok untuk kreator konten atau profesional IT yang bekerja dengan banyak periferal secara simultan.
Bagi pengguna laptop yang hanya memiliki port USB-C (bukan Thunderbolt), Baseus Spacemate RD1 Pro adalah jawabannya. Dock 15 port ini memiliki layar kecil di bodinya yang berfungsi memonitor status koneksi secara real-time. Fitur unik lainnya adalah pengisi daya nirkabel Qi2.2 terintegrasi di bagian atas—cukup taruh smartphone di atas dock untuk mengisi baterai.
Port yang tersedia meliputi USB-C, USB-A, dan Ethernet Gigabit. Kekurangannya, kecepatan transfer dan daya output tidak bisa menyaingi Thunderbolt 5, tapi untuk kebutuhan sehari-hari seperti koneksi monitor dan aksesori, performanya sudah lebih dari cukup.
Pasar docking station 2026 menawarkan opsi yang sangat beragam. Untuk pengguna di Indonesia, pertimbangkan dulu jenis port laptop yang dimiliki. Thunderbolt 5 memberikan kecepatan dan fleksibilitas tertinggi, namun USB-C dock seperti Baseus Spacemate sudah mencukupi untuk mayoritas pengguna ultrabook. Jika penyimpanan internal laptop terbatas, WAVLINK dengan slot M.2 SSD-nya menjadi pilihan paling cerdas.
Dock Thunderbolt m?
na yang mendukung port Ethernet 10 GbE? A: CalDigit TS5 Plus dan Ivanky FusionDock Ultra sama-sama dilengkapi port Ethernet 10 GbE untuk kecepatan jaringan kelas workstation.