Kerusakan Akibat Gempa Filipina Capai Rp400 Miliar, 61 Ribu Rumah Hancur

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 15:34:01 WIB
Kerusakan akibat gempa di Filipina mencapai Rp400 miliar dengan 61 ribu rumah terdampak.

SULAWESI UTARA — Angka kerugian baru yang dirilis NDRRMC pada Jumat (19/6) ini naik dari laporan sebelumnya pada 17 Juni yang sebesar 1,29 miliar peso. Data tersebut diperoleh dari laporan Badan Berita Filipina (PNA) melalui jaringan OANA.

Empat Wilayah Paling Terdampak

NDRRMC mendata kerusakan meluas di empat wilayah utama: Semenanjung Zamboanga, Kawasan Davao, Soccsksargen, dan Daerah Otonomi Bangsamoro Mindanao Muslim (BARMM). Total infrastruktur yang rusak mencapai 799 unit, mencakup fasilitas publik, jalan, dan jembatan.

Dari 61.119 rumah yang terdampak, hampir seperempatnya—tepatnya 13.691 unit—dinyatakan hancur dan tidak dapat dihuni. Sisanya mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Korban Jiwa Tersebar di Dua Kawasan

Proses verifikasi jumlah korban masih berlangsung. Hingga laporan terbaru, NDRRMC mencatat 78 orang meninggal dunia, 1.339 orang luka-luka, dan 32 orang dinyatakan hilang. Seluruh korban jiwa dan luka berada di Kawasan Davao dan Soccsksargen.

“Angka-angka tersebut masih dapat berubah setelah proses validasi dan verifikasi selesai dilakukan,” demikian pernyataan resmi NDRRMC dalam laporannya.

Kenaikan Kerugian dalam Dua Pekan

Selisih kerugian sebesar 70 juta peso antara laporan 17 Juni dan 19 Juni menunjukkan masih adanya data masuk dari daerah-daerah terpencil yang sebelumnya sulit diakses tim penyelamat. Gempa berkekuatan 7,8 skala Richter yang berpusat di lepas pantai Mindanao ini memicu tsunami kecil dan tanah longsor di sejumlah titik.

Pemerintah Filipina melalui Badan Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD) telah mendistribusikan bantuan darurat berupa makanan, air bersih, dan tenda pengungsian ke empat wilayah terdampak. Proses evakuasi dan pencarian korban hilang masih berlangsung di beberapa lokasi.

Gempa Filipina pada awal Juni ini menjadi salah satu yang terkuat dalam satu dekade terakhir di kawasan Pasifik Barat. Indonesia, melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebelumnya memastikan gempa tersebut tidak berdampak langsung ke wilayah Indonesia meski getaran terasa hingga sebagian Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top