KOTAMOBAGU — Keputusan DPP PKB tersebut mengakhiri seluruh tahapan penjaringan kepengurusan di tingkat kota. Prosesnya melibatkan mekanisme internal partai yang ketat, termasuk uji kelayakan dan kepantasan bagi para calon. Weny Gaib terpilih setelah melalui rangkaian seleksi yang dimulai dari Musyawarah Cabang.
Selama lima tahun ke depan, DPC PKB Kotamobagu dihadapkan pada sejumlah agenda strategis. Prioritas utama meliputi penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat ranting, peningkatan kaderisasi kader muda, dan perluasan jaringan politik. Persiapan menghadapi kontestasi politik mendatang juga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dimatangkan.
Kader dan simpatisan menyambut positif kepemimpinan baru ini. Mereka menilai Weny Gaib memiliki kapasitas manajerial dan pengalaman yang dibutuhkan untuk mengonsolidasikan partai. Sosoknya yang sudah memimpin Kota Kotamobagu dianggap sebagai aset untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara partai dan birokrasi.
Kepemimpinan Weny Gaib di DPC PKB diyakini mampu menciptakan sinergi antara kebijakan partai dan program pemerintah daerah. Hal ini dinilai penting untuk mengawal kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat. Dengan dukungan penuh dari pengurus dan kader, target konsolidasi diyakini dapat diwujudkan secara kolektif.
DPP PKB menyebut langkah ini sebagai strategi untuk menghadirkan kepemimpinan yang visioner dan adaptif terhadap dinamika politik daerah. Semangat pembaruan dan pengabdian kepada masyarakat menjadi landasan utama dalam kepengurusan periode mendatang. PKB optimistis dapat meningkatkan peran politiknya sekaligus berkontribusi lebih besar bagi pembangunan Kotamobagu.
Proses penetapan Weny Gaib tidak berlangsung singkat. Semua tahapan dilakukan sesuai aturan organisasi partai, mulai dari Muscab hingga UKK. Keputusan final dari DPP menandai dimulainya era baru kepemimpinan di tubuh PKB Kotamobagu.