SULAWESI UTARA — Kenaikan harga emas Antam pada perdagangan hari ini, Sabtu (13/6/2026), melanjutkan tren bullish yang sudah berlangsung sejak kuartal pertama tahun ini. Dalam sepekan terakhir, logam mulia ini sudah menguat lebih dari 1,5 persen, didorong oleh eskalasi ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat.
Harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga ikut terkerek naik Rp8.000 menjadi Rp2,446 juta per gram. Artinya, investor yang menjual kembali emasnya ke PT Antam akan memperoleh harga tersebut. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali saat ini mencapai Rp265.000 per gram, atau sekitar 9,8 persen dari harga jual.
Selisih ini merupakan biaya yang harus ditanggung investor jika ingin mencairkan investasinya dalam waktu singkat. Semakin lebar spread-nya, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas (break-even point) investasi emas fisik.
Untuk investor ritel dengan modal terbatas, Antam menyediakan pecahan 0,5 gram yang dibanderol Rp1,355 juta. Sementara itu, harga emas Antam untuk pecahan terkecil, yakni 0,1 gram, tercatat Rp571.000. Pecahan kecil ini biasanya menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin mulai berinvestasi logam mulia secara bertahap.
Berikut rincian harga emas Antam untuk beberapa pecahan utama pada hari ini:
Penguatan harga emas domestik tak lepas dari pergerakan harga emas dunia yang terus mendaki. Data terbaru menunjukkan pasar masih khawatir terhadap prospek perlambatan ekonomi AS dan potensi pemangkasan suku bunga The Fed pada semester kedua tahun ini. Dalam situasi seperti ini, emas berfungsi sebagai aset lindung nilai (safe haven) utama.
Analis menilai, selama ketidakpastian makroekonomi global belum mereda, tren kenaikan harga emas masih berpeluang berlanjut. Namun, investor tetap perlu mencermati risiko koreksi jangka pendek jika data ekonomi AS mendadak membaik dan memicu penguatan dolar.
Investasi mengandung risiko. Harga emas bisa naik dan turun.