MANADO — Enam kali gempa susulan tercatat hingga Senin siang setelah gempa utama 7,7 SR mengguncang Sulawesi Utara. Kepala BPBD Sulut Adolf Tamengkel menyatakan data tersebut sesuai catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Berdasarkan data BMKG, gempa berkekuatan 7,7 SR terjadi pukul 06.37 WIB dengan pusat di koordinat 5,80 LU – 125,14 BT. Gempa dangkal dengan kedalaman 47 kilometer ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme thrust fault atau pergerakan naik yang berpotensi tsunami.
Adolf Tamengkel secara khusus meminta warga yang tinggal di daerah pinggiran pantai untuk tetap hati-hati. “Jadi masyarakat Sulut harus tetap waspada terus terutama yang tinggal di daerah pinggiran pantai pasca gempa bumi 7,7 SR, karena masih ada gempa susulan,” ujarnya di Manado, Senin.
Peringatan serupa sebelumnya sempat dikeluarkan untuk warga di Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa, Kepulauan Sitaro, dan Bolaang Mongondow Utara. Mereka diminta segera menuju titik aman dan tidak menunggu air laut surut atau gelombang pertama muncul.
BMKG memperkirakan gelombang pertama akibat gempa ini mencapai Kepulauan Sangihe pada pukul 06.51 WIB. Wilayah lain seperti Kota Bitung, Kepulauan Talaud, Minahasa Selatan, hingga wilayah di Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur masuk dalam status waspada dengan estimasi ancaman hingga pukul 08.14 WIB.
Pasca gempa, laporan dari sejumlah kabupaten dan kota menunjukkan tidak ada kerusakan berat. Adolf Tamengkel menyebut kerusakan ringan terjadi di Kabupaten Talaud dan Sangihe, namun tidak fatal. Rumah warga dan fasilitas umum hingga pukul 11.00 Wita tidak mengalami kerusakan berarti.
“Hanya naik sedikit air laut di daerah pulau di Sangihe Marore tapi tidak mengganggu aktivitas warga,” kata Tamengkel. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan.
Saat gempa terjadi, BPBD langsung berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan unsur relawan untuk mendukung proses evakuasi. Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat.