BPMP Sulut Awasi Ketat Pelaksanaan SPMB 2026/2027 di Manado dan Minahasa, Pastikan Tak Ada Kecurangan

Penulis: Dedi Supriadi  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 18:29:33 WIB
Tim BPMP Sulut mengawasi ketat pelaksanaan SPMB 2026/2027 di Manado dan Minahasa.

MANADO — BPMP Sulut memastikan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan SPMB 2026/2027 menyusul adanya laporan potensi pelanggaran di beberapa titik. Pemantauan langsung dilakukan di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa sebagai dua wilayah dengan jumlah pendaftar tertinggi di Sulawesi Utara.

Pengawasan ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari verifikasi berkas, pelaksanaan ujian, hingga pengumuman hasil seleksi. BPMP Sulut juga berkoordinasi dengan pihak perguruan tinggi dan dinas pendidikan setempat untuk memastikan tidak ada celah kecurangan.

Apa Saja yang Diawasi BPMP Sulut?

Tim pengawas BPMP Sulut menyasar tiga aspek utama dalam seleksi tahun ini. Pertama, keabsahan data peserta, termasuk dokumen kependudukan dan ijazah. Kedua, proses ujian berbasis komputer yang rentan terhadap kebocoran soal. Ketiga, transparansi dalam penetapan nilai ambang batas atau passing grade.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan hak yang sama. Tidak ada jalur belakang atau manipulasi data,” ujar salah satu perwakilan BPMP Sulut dalam keterangannya.

Manado dan Minahasa Jadi Prioritas

Kota Manado dan Kabupaten Minahasa menjadi fokus utama pengawasan karena menampung jumlah peserta terbesar. Data internal BPMP mencatat, dua daerah ini menyumbang lebih dari 60 persen total pendaftar SPMB di Sulawesi Utara.

Di Manado, pengawasan diperketat di Universitas Sam Ratulangi dan Universitas Negeri Manado. Sementara di Minahasa, sejumlah politeknik dan akademi swasta juga masuk dalam daftar pantauan.

Fakta Singkat SPMB 2026/2027 di Sulut:

  • Pemantauan langsung dilakukan di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa.
  • Fokus pengawasan: verifikasi data, ujian berbasis komputer, dan penetapan passing grade.
  • BPMP Sulut berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan pihak kampus setempat.

BPMP Sulut menegaskan akan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran. Sanksi mulai dari diskualifikasi peserta hingga pencabutan izin penyelenggaraan seleksi bagi institusi yang terbukti curang.

“Kami tidak segan-segan membatalkan hasil seleksi jika ada indikasi kecurangan sistemik. Integritas pendidikan harus dijaga,” tambahnya.

Pelaksanaan SPMB 2026/2027 di Sulawesi Utara sendiri dijadwalkan berlangsung hingga akhir Maret mendatang. BPMP akan terus memperbarui hasil pemantauan secara berkala.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: manadopost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top