MANADO — DPRD Sulawesi Utara resmi mendesak percepatan pembukaan jalan baru yang melintasi area tambang PT MSM dan TTM di Likupang-Bitung. Jalur yang sudah rampung secara fisik ini dinilai krusial untuk memangkas waktu tempuh dan membuka akses langsung dari kawasan wisata super prioritas Likupang ke Pelabuhan Bitung.
Ketua Komisi III DPRD Sulut, Michael Rawung, mengungkapkan bahwa saat ini ruas jalan tersebut masih berstatus tertutup untuk kendaraan umum. "Kami mendesak agar jalan ini segera difungsikan. Ini bukan hanya soal konektivitas, tapi juga untuk menekan biaya logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar," ujarnya dalam rapat dengar pendapat, Senin lalu.
Jalan sepanjang kurang lebih 12 kilometer ini dibangun oleh perusahaan tambang sebagai bagian dari kewajiban pengembangan infrastruktur daerah. Namun, hingga kini aksesnya masih dibatasi hanya untuk kendaraan operasional tambang. Padahal, jalur ini bisa menjadi arteri penting yang menghubungkan langsung Kecamatan Likupang Timur dengan Kecamatan Aertembaga di Bitung.
Pembukaan jalan ini diproyeksikan mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan dari Minahasa Utara ke pelabuhan ekspor di Bitung. Di sisi lain, wisatawan yang menuju Likupang tidak perlu lagi memutar lewat jalur utama yang kerap macet. "Potensi ekonomi di Likupang sangat besar, tapi aksesnya masih jadi kendala. Jalan ini adalah solusi," tambah Michael Rawung.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara diminta segera berkoordinasi dengan pihak perusahaan tambang untuk mengatur skema pengelolaan dan keamanan jalan. DPRD juga meminta agar dilakukan uji kelayakan teknis sebelum resmi dibuka. "Jangan sampai setelah dibuka, justru rawan kecelakaan karena tidak ada rambu atau penerangan," pungkas Michael.
Jika rekomendasi ini terealisasi, jalur Likupang-Bitung akan menjadi salah satu infrastruktur pendukung utama dalam pengembangan KEK Likupang dan kawasan industri Bitung.