SULAWESI UTARA — Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi saham terus meroket. Data OJK mencatat jumlah investor pasar modal tembus 13 juta lebih pada awal 2025, didorong kemudahan akses lewat gawai. Namun, pilihan instrumen tak lagi terbatas pada emiten Bursa Efek Indonesia. Beberapa platform kini merambah bursa global, menjanjikan diversifikasi yang lebih luas.
Salah satu yang menonjol adalah Reku. Platform ini tidak hanya menyediakan saham lokal, tetapi juga membuka gerbang ke NYSE dan NASDAQ. Pengguna bisa membeli saham perusahaan seperti Apple, Tesla, hingga Nvidia dengan harga pecahan (fractional shares). "Investasi mulai dari Rp 50.000 sudah bisa memiliki saham perusahaan global," demikian klaim manajemen Reku dalam keterangan resminya.
Reku menawarkan struktur biaya yang kompetitif. Tidak ada biaya tersembunyi untuk jual-beli saham AS, dan jam perdagangan yang panjang memberikan fleksibilitas bagi investor di zona waktu Indonesia. Antarmuka aplikasi didesain minimalis, sehingga pemula tidak kewalahan dengan data rumit.
Selain saham, platform ini juga menyediakan aset kripto dan derivatif dengan pilihan leverage. Pengguna dapat menggabungkan berbagai kelas aset dalam satu akun, memudahkan pengelolaan portofolio. Dari sisi keamanan, Reku telah mengantongi izin dari regulator terkait, termasuk BAPPEBTI untuk aset digital.
Di segmen saham lokal, Stockbit tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang gemar berdiskusi. Aplikasi ini memiliki forum komunitas aktif tempat pengguna bertukar analisis dan pandangan tentang pergerakan saham tertentu. Fitur simulasi perdagangan (paper trading) juga tersedia untuk latihan tanpa risiko kehilangan uang sungguhan.
Stockbit terintegrasi langsung dengan Bursa Efek Indonesia, sehingga transaksi bisa dilakukan tanpa berpindah aplikasi. "Kami menyediakan data fundamental lengkap, mulai dari laporan keuangan hingga rasio penting, untuk mendukung keputusan investasi jangka panjang," jelas tim pengembang Stockbit.
Sementara itu, IPOT dari Indo Premier Sekuritas menawarkan fitur automated trading yang bisa mengeksekusi transaksi berdasarkan strategi yang ditentukan pengguna. Aplikasi ini juga dilengkapi grafik teknikal dengan berbagai indikator, cocok untuk trader aktif. IPOT mendukung transaksi saham, ETF, dan reksa dana dalam satu platform, dan telah terdaftar resmi di OJK serta BEI.
Ketiga platform ini — Reku, Stockbit, dan IPOT — menunjukkan bahwa persaingan aplikasi investasi di Indonesia tidak lagi soal harga, melainkan kelengkapan fitur dan kemudahan akses. Bagi pemula, memilih aplikasi yang tepat bisa menjadi langkah awal yang krusial. Mulai dari simulasi gratis di Stockbit, diversifikasi global lewat Reku, hingga eksekusi otomatis di IPOT, semuanya punya keunggulan masing-masing.
Yang jelas, pintu investasi kini terbuka lebih lebar. Tinggal bagaimana investor memanfaatkannya dengan bijak.