Tiga Lubang Drainase di Jalan Daan Mogot Manado Terbuka Sebulan, Bau Busuk Ganggu Pedagang dan Pengguna Jalan

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 19:38:29 WIB
Tiga lubang drainase terbuka di Jalan Daan Mogot Manado dibiarkan tanpa penutup selama satu bulan.

MANADO — Tiga lubang bekas pembersihan saluran drainase di Jalan Daan Mogot, Kelurahan Tikala Baru, Kecamatan Tikala, Kota Manado, dibiarkan terbuka tanpa penutup selama kurang lebih satu bulan. Warga setempat mengeluhkan bau tak sedap yang keluar dari lubang tersebut, terutama saat hujan mulai sering turun beberapa waktu terakhir.

Pantauan di lokasi pada Selasa (26/5/2026) sore menunjukkan ketiga lubang itu hanya diberi penanda seadanya berupa tali plastik berwarna kuning-hitam. Lokasinya persis di depan ruko dan rumah warga, di kawasan yang cukup ramai dilintasi kendaraan maupun pejalan kaki.

Bau Menyengat dan Risiko Kecelakaan

Selain menimbulkan bau busuk yang menyengat, lubang terbuka ini dinilai sangat membahayakan pengguna jalan. Terlebih di malam hari atau saat kondisi hujan, penanda tali plastik sulit terlihat, meningkatkan risiko pejalan kaki atau pengendara sepeda motor terperosok.

“Bau sudah mengganggu, apalagi kalau malam, gelap. Kami takut ada yang jatuh,” ujar seorang pedagang di sekitar lokasi yang enggan disebutkan namanya.

Kronologi: Pembersihan Tak Diikuti Pemasangan Kembali Penutup

Menurut informasi yang dihimpun dari warga, lubang-lubang tersebut merupakan bekas pekerjaan pembersihan saluran drainase oleh petugas. Setelah proses pembersihan rampung, penutup drainase tidak pernah dipasang kembali hingga kini.

Kondisi ini sudah berlangsung selama kurang lebih satu bulan tanpa ada tindak lanjut dari pihak terkait. Warga berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Manado segera menutup lubang tersebut untuk mencegah kecelakaan dan mengembalikan kenyamanan lingkungan.

Fakta Singkat:

  • Tiga titik lubang drainase terbuka di Jalan Daan Mogot, Tikala Baru.
  • Kondisi sudah berlangsung selama kurang lebih satu bulan.
  • Lubang hanya diberi penanda tali plastik kuning-hitam tanpa penutup permanen.
  • Bau busuk makin parah saat hujan mulai sering turun.
  • Lokasi berada di area padat lalu lintas dan aktivitas warga.

Apa Langkah Pemkot Manado Selanjutnya?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas PUPR Kota Manado terkait penanganan lubang drainase di Jalan Daan Mogot. Warga mendesak agar pemerintah kota segera bertindak, setidaknya memasang penutup sementara yang lebih aman sebelum penutup permanen tersedia.

Kejadian serupa di sejumlah titik lain di Manado kerap terulang pasca-pembersihan drainase, menandakan perlunya prosedur kerja yang lebih ketat agar petugas wajib memasang kembali penutup setiap kali menyelesaikan pekerjaan.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: manado.tribunnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top