SULAWESI UTARA — Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menginstruksikan pengelola masjid membuka akses bagi jemaah lebih awal dari salat Id biasanya. Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan yang hampir selalu terjadi di Jalan Veteran dan sekitarnya setiap perayaan hari besar Islam.
"Dibuka jam 4. Jam 4 itu sudah bisa datang dan saya mengimbau kepada seluruh calon jemaah datang lebih awal karena itu kan biasanya Iduladha itu macet," ujar Nasaruddin kepada wartawan di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Kepadatan diperkirakan mulai terasa sejak pukul 05.00 WIB, saat jemaah dari Jabodetabek mulai berdatangan. Nasaruddin menyarankan jemaah mengikuti salat subuh berjemaah di Istiqlal agar tidak terjebak kemacetan menjelang pelaksanaan salat Id yang dimulai pukul 06.30 WIB.
Pihak kepolisian disebut telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Masjid Istiqlal, termasuk pengalihan arus kendaraan dari arah Harmoni menuju Lapangan Banteng. Petugas parkir juga akan memperketat akses kendaraan di halaman masjid yang terbatas.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan melaksanakan salat Id di Masjid Istiqlal bersama sejumlah pimpinan lembaga negara. Kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini diperkirakan menambah jumlah jemaah dan meningkatkan pengamanan di titik-titik tertentu.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya diagendakan hadir di Istiqlal batal melaksanakan salat Id di masjid tersebut. Kepala Negara tengah menjalankan agenda kenegaraan di Prancis, sehingga tidak dapat menghadiri salat Iduladha di Jakarta.
Panitia menyediakan area salat tambahan di pelataran masjid dan tempat wudu darurat untuk mengantisipasi lonjakan jemaah. Nasaruddin mengingatkan jemaah untuk membawa sajadah sendiri dan menjaga kebersihan masjid.
"Jangan lupa bawa perlengkapan salat pribadi. Kami juga minta jemaah tidak memarkir kendaraan di bahu jalan karena akan mengganggu arus lalu lintas," tambah Nasaruddin.