SULAWESI UTARA — Pertamina Patra Niaga memastikan informasi kenaikan harga Pertalite mulai 26 September 2026 tidak benar dan menyebutnya sebagai hoaks yang beredar lewat poster digital di media sosial. Pemerintah, menurut perusahaan, tidak punya rencana menaikkan harga BBM bersubsidi, sekaligus menegaskan penyaluran tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Masyarakat bisa memverifikasi informasi harga dan layanan BBM lewat Pertamina Contact Center 135.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan tidak ada rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Pernyataan itu disampaikan lewat keterangan tertulis pada Jumat (25/9), sehari sebelum tanggal yang disebut dalam poster hoaks tersebut.
Poster digital yang beredar di media sosial mencantumkan klaim bahwa harga Pertalite akan naik mulai 26 September 2026. Pertamina meminta masyarakat tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Poster Hoaks dan Kanal Verifikasi Resmi
Informasi resmi soal harga dan layanan BBM bisa diperiksa melalui Pertamina Contact Center 135 atau situs resmi Pertamina Patra Niaga. Perusahaan juga memastikan tidak ada pengurangan pasokan BBM bersubsidi.
Masyarakat diminta membeli BBM sesuai kebutuhan dan aktivitas sehari-hari. Seruan itu muncul karena pembelian berlebihan justru memperparah antrean di lapangan.
Antrean Masih Muncul di Sulawesi Tengah, Utara, dan Gorontalo
Penyaluran BBM bersubsidi di Pulau Sulawesi disebut berlangsung kondusif, meski antrean tetap terjadi pada waktu tertentu di sejumlah daerah. Kepadatan kendaraan paling terasa di Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo, terutama saat pendistribusian Biosolar pada jam sibuk.
Pertamina merespons dengan meningkatkan suplai sekitar 5 persen dari rata-rata penyaluran normal harian di tiga wilayah itu. Sementara antrean SPBU di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dilaporkan sudah kembali normal.
Pasokan Pertalite di Sulawesi Selatan dan Barat Ditambah 35 Persen
Untuk menjaga ketersediaan di dua provinsi tersebut, Pertamina memperkuat pasokan Pertalite sebesar 35 persen. Penyaluran Solar juga ditambah 4,4 persen dari rata-rata normal harian.
Di Sulawesi Tenggara, penyaluran BBM disebut sudah kondusif dengan rata-rata distribusi harian sepanjang September mencapai sekitar 22,7 persen dibandingkan rata-rata normal periode Januari hingga Mei 2026. Pertamina menambah jam operasional sejumlah SPBU dan mengoptimalkan penambahan nozzle Pertalite di beberapa lokasi.
Perusahaan juga berkolaborasi dengan Forkopimda untuk menertibkan pengecer yang dinilai memperpanjang antrean.
Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
Kementerian ESDM sebelumnya telah menyampaikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026. Pernyataan itu mematahkan klaim kenaikan Pertalite pada 26 September 2026.
Lilik menegaskan langkah penyesuaian distribusi dilakukan semata untuk menjaga pasokan, bukan tanda adanya perubahan harga. Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan karena informasi yang belum terverifikasi.