Pencarian

GEMS Raih Pinjaman USD42 Juta dari Bank Mandiri untuk Elektrifikasi Tambang

Sabtu, 19 September 2026 • 13:47:31 WIB
GEMS Raih Pinjaman USD42 Juta dari Bank Mandiri untuk Elektrifikasi Tambang

SULAWESI UTARA — PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) melalui anak usahanya, PT Borneo Indobara, memperoleh fasilitas term loan hingga USD42 juta atau setara Rp745 miliar dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Fasilitas berjangka lima tahun yang diteken pada 16 September 2026 itu akan dipakai membiayai belanja modal proyek elektrifikasi di area operasional tambang Borneo Indobara.

Pinjaman senilai USD42 juta itu setara Rp745 miliar dengan kurs Rp17.758 per dolar AS. Bank Mandiri menyalurkan fasilitas tersebut dengan tenor lima tahun, memberi ruang bagi perseroan untuk membiayai proyek elektrifikasi secara bertahap tanpa mengganggu arus kas operasional.

Manajemen GEMS menyatakan fasilitas ini akan mendukung pengembangan proyek elektrifikasi sekaligus menunjang pertumbuhan dan kinerja operasional perseroan maupun anak usaha. Proyek elektrifikasi di area tambang Borneo Indobara menjadi bagian dari upaya perusahaan menekan ketergantungan pada sumber energi konvensional di lokasi operasional.

Elektrifikasi Tambang Jadi Prioritas Belanja Modal

Dana pinjaman dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) pembangunan elektrifikasi di area operasional tambang Borneo Indobara. Langkah ini menempatkan elektrifikasi sebagai salah satu pos belanja modal yang digarap serius oleh emiten batu bara Grup Sinarmas tersebut.

Bagi perusahaan tambang, elektrifikasi biasanya menyangkut penggantian peralatan berbahan bakar diesel dengan sistem bertenaga listrik, termasuk pembangunan infrastruktur penunjangnya. Skema ini menuntut belanja modal besar di awal, tetapi berpotensi menurunkan biaya operasional dan emisi karbon dalam jangka panjang.

Bank Mandiri Kucurkan Rp5,5 Triliun Sejak Juli 2026

Fasilitas USD42 juta ini menambah daftar pendanaan yang diperoleh GEMS dari Bank Mandiri. Pada Juli 2026, perseroan telah memperoleh pendanaan senilai total Rp5,5 triliun dari bank pelat merah tersebut.

Dengan demikian, total komitmen pembiayaan Bank Mandiri ke GEMS dan anak usaha dalam beberapa bulan terakhir mencapai puluhan triliun rupiah. Bank Mandiri terlihat menempatkan sektor energi, khususnya batu bara, sebagai salah satu lini kredit yang tetap digenjot di tengah transisi energi.

Arti bagi Investor dan Pemegang Saham GEMS

Bagi investor, pinjaman berjangka lima tahun ini memberi kepastian pendanaan proyek tanpa perlu menerbitkan saham baru yang berpotensi menggerus kepemilikan. Struktur term loan juga umumnya lebih fleksibel dibanding obligasi karena bisa disesuaikan dengan jadwal pencairan proyek.

Yang perlu dicermati, penambahan utang berarti beban bunga baru bagi perseroan. Kinerja keuangan GEMS ke depan akan bergantung pada seberapa cepat proyek elektrifikasi menghasilkan efisiensi biaya, terutama saat harga batu bara berfluktuasi.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari manajemen GEMS soal target penyelesaian proyek maupun proyeksi penghematan biaya dari elektrifikasi tersebut. Investor biasanya menantikan rincian alokasi capex dan jadwal konstruksi dalam laporan keuangan maupun keterbukaan informasi berikutnya.

Follow kabarsulut.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks