MANADO — Legislator yang duduk di Komisi 1 DPRD Manado itu menilai malam penganugerahan PWI Awards 2026 semestinya tidak berhenti sebagai seremoni pemberian penghargaan. Menurutnya, ajang itu juga mesti menjadi momentum refleksi atas dedikasi, perjuangan, dan pengabdian para insan pers di daerah.
Penghargaan yang diterimanya disebut sebagai penanda bahwa kerja pengawasan legislatif dan kerja jurnalistik sama-sama bertumpu pada kepercayaan publik. Dumais menempatkan penghargaan itu sebagai titik tolak, bukan garis akhir.
Dalam pidato penerimaannya, Dumais menegaskan bahwa kualitas wartawan tidak diukur dari besarnya berita yang dihasilkan. Ukuran yang lebih penting, katanya, adalah kemampuan menghadirkan kebenaran dan memberi manfaat bagi masyarakat.
"Penghargaan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Justru penghargaan adalah pengingat bahwa ada tanggung jawab yang lebih besar untuk terus menjaga kepercayaan publik. Sebab, wartawan yang hebat bukan hanya mereka yang mampu menghasilkan berita besar, tetapi mereka yang mampu menghadirkan kebenaran, memberikan manfaat, dan meninggalkan jejak positif bagi kehidupan masyarakat," kata Dumais.
Ia memposisikan pers sebagai jembatan antara pemerintah, DPRD, lembaga peradilan, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Jembatan itu menghubungkan kebijakan dengan kepentingan rakyat, fakta dengan pengetahuan, serta persoalan warga dengan pihak yang bertanggung jawab menyelesaikannya.
Bagi Dumais, berita yang baik, benar, akurat, dan berimbang bukan sekadar rangkaian kata yang dibaca masyarakat. Ia menyebut informasi sebagai oksigen dan energi bagi kehidupan demokrasi.
"Tanpa informasi yang benar, masyarakat dapat kehilangan arah. Tanpa pers yang bertanggung jawab, ruang publik dapat dipenuhi oleh kesalahpahaman, prasangka, dan informasi yang menyesatkan," ujarnya.
Pernyataan itu muncul di tengah derasnya arus informasi digital yang menerpa warga Manado dan Sulawesi Utara. Dalam kondisi seperti itu, menurut Dumais, fungsi verifikasi pers menjadi semakin krusial, bukan semakin pudar.
Dumais mengaku percaya setiap wartawan membawa DNA yang mulia. Di dalam profesi jurnalistik, katanya, ada panggilan untuk mengangkat harkat dan martabat manusia, memperjuangkan kebenaran, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut membangun peradaban.
"Wartawan seharusnya hadir untuk membangun, bukan menjatuhkan. Mengedukasi, bukan menyesatkan. Menyuarakan kebenaran, bukan memperkeruh keadaan. Kritik adalah bagian dari demokrasi. Kontrol sosial adalah bagian dari tanggung jawab pers. Namun, semuanya harus dilandasi oleh fakta, integritas, profesionalisme, dan kode etik jurnalistik," terangnya.
Pesan itu ia sampaikan di hadapan peserta Gala Dinner PWI Awards 2026, forum yang mempertemukan pengurus pers, legislator, dan pejabat daerah di Manado. Bagi Dumais, penghargaan yang ia terima menjadi cambuk agar fungsi pengawasan DPRD terhadap kebijakan publik di Kota Manado berjalan seiring dengan kebutuhan warga akan informasi yang akurat.