Bulog Klaim Stok Beras Aman, Pengadaan Tembus 4,11 Juta Ton

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:34:01 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan cadangan beras nasional dalam kondisi aman.

SULAWESI UTARA — Perum Bulog memastikan cadangan beras nasional berada dalam kondisi aman di tengah ancaman fenomena El Nino, dengan realisasi pengadaan PSO mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target pemerintah 4 juta ton. Capaian itu disebut menjadi penyangga utama stabilitas pangan nasional saat paceklik produksi membayangi pasar global.

Paragraf pembuka: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan hal itu pada Selasa (13/10/2026). Menurut dia, Indonesia patut bersyukur karena pasokan beras domestik masih terjaga dengan baik ketika sejumlah negara produsen menghadapi tekanan produksi akibat El Nino.

Pengadaan Lampaui Target Pemerintah

Realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) secara keseluruhan mencapai 4.115.014 ton setara beras. Angka itu setara 102,88 persen dari penugasan pemerintah yang dipatok 4 juta ton.

Pencapaian tersebut tidak lepas dari penyerapan hasil panen petani yang dilakukan Bulog bersama pemangku kepentingan terkait, termasuk Babinsa dan Babinkamtibmas, sejak awal tahun. Strategi itu membuat stok Bulog menembus puncaknya di pertengahan September.

"Sehingga stok kami sampai kemarin di pertengahan September itu puncaknya 5,4 juta ton. Tujuannya untuk bisa cadangan umum kita bisa bagi-bagi beras ke masyarakat," kata Ahmad Rizal Ramdhani.

Stok Jadi Alat Intervensi Pasar

Ketersediaan cadangan beras itu langsung dimanfaatkan Presiden Prabowo Subianto sebagai instrumen intervensi pasar. Tujuannya menjaga stabilitas harga di tengah tekanan pasokan global.

"Ketersediaan stok itu langsung dimanfaatkan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah intervensi pasar untuk menjaga stabilitas," ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Bagi rumah tangga dan pelaku pasar, posisi cadangan yang tebal memberi ruang bagi pemerintah untuk menambah pasokan ketika harga mulai bergerak naik. Operasi pasar bisa dijalankan tanpa menunggu impor, sehingga gejolak harga di tingkat pedagang dan konsumen lebih terkendali.

El Nino dan Bayang-Bayang Paceklik Global

El Nino menjadi faktor yang membuat capaian pengadaan Bulog tahun ini penting. Fenomena cuaca itu mengganggu musim tanam di sejumlah negara produsen, memicu kekhawatiran penyusutan pasokan dunia.

"Di tengah paceklik produksi yang membayangi pasar global tersebut Indonesia patut bersyukur karena pasokan beras domestik masih dapat terjaga dengan baik," kata Ahmad Rizal Ramdhani.

Dengan pengadaan yang sudah melampaui target, Bulog memegang ruang fiskal dan operasional lebih lebar untuk menyerap panen berikutnya. Penyerapan yang konsisten juga menjadi sinyal bagi petani bahwa hasil panen mereka tetap memiliki pembeli, meski harga pasar berfluktuasi.

Posisi cadangan beras yang tebal menjelang akhir tahun menjadi penentu seberapa jauh pemerintah mampu menahan tekanan El Nino terhadap harga pangan nasional.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top