SULAWESI UTARA — Pemerintah menyiapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp900 ribu bagi 13,3 juta pekerja untuk periode Oktober–Desember 2026, dengan penyaluran direncanakan sekaligus. Pengecekan status penerima dapat dipantau melalui laman resmi Kemnaker di bsu.kemnaker.go.id. Namun per 5 Oktober 2026, halaman tersebut masih menampilkan informasi program BSU sebelumnya, sehingga pembaruan sistem belum sepenuhnya rampung.
Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 menyasar 13,3 juta pekerja dengan nilai Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan. Total yang diterima setiap penerima mencapai Rp900 ribu, dan pemerintah merencanakan pencairan dilakukan sekaligus untuk periode Oktober, November, serta Desember 2026.
Skema penyaluran sekaligus ini berbeda dari pola bertahap yang sempat diterapkan pada program-program sebelumnya. Bagi pekerja, kepastian jadwal pencairan menjadi informasi yang paling dinanti, terutama karena laman pengecekan resmi belum menampilkan data terbaru.
Berdasarkan pemantauan per 5 Oktober 2026, laman https://bsu.kemnaker.go.id/ masih menampilkan informasi terkait program BSU sebelumnya. Artinya, sistem pengecekan khusus penerima BSU 2026 belum sepenuhnya diperbarui.
Pekerja yang mencoba mengakses laman tersebut saat ini belum bisa memastikan status penerimaan mereka untuk kuartal IV 2026. Kemnaker belum mengumumkan jadwal resmi pembaruan sistem maupun tanggal pasti pencairan dana.
Mekanisme pengecekan melalui laman Kemnaker pada program sebelumnya dilakukan menggunakan NIK. Langkah-langkah berikut merupakan acuan dari penyaluran sebelumnya dan dapat berubah menyesuaikan pembaruan sistem.
Pekerja perlu menunggu pembaruan sistem dan informasi resmi Kemnaker untuk memastikan mekanisme pengecekan BSU kuartal IV-2026. Jangan mengandalkan tangkapan layar atau informasi yang beredar di grup percakapan tanpa verifikasi.
Pekerja diimbau berhati-hati terhadap tautan tidak resmi yang mengatasnamakan program BSU 2026. Informasi resmi mengenai BSU hanya disampaikan melalui laman Kemnaker dan kanal resmi kementerian.
Modus penipuan biasanya meminta korban memasukkan data pribadi melalui situs yang menyerupai halaman resmi. Pekerja sebaiknya tidak memberikan NIK, OTP, kata sandi, maupun data pribadi lainnya melalui situs yang tidak dapat dipastikan keamanannya.
Verifikasi alamat domain menjadi langkah paling sederhana. Pastikan situs yang diakses benar-benar bsu.kemnaker.go.id, bukan alamat lain yang menambahkan kata atau karakter serupa.
BSU merupakan instrumen pemerintah untuk menjaga daya beli pekerja berpenghasilan rendah di tengah tekanan biaya hidup. Program ini menyasar pekerja dengan gaji di bawah ambang tertentu yang ditetapkan Kemnaker setiap periode.
Dengan cakupan 13,3 juta penerima, anggaran yang digelontorkan mencapai triliunan rupiah. Penyaluran sekaligus berpotensi mendorong konsumsi rumah tangga pada kuartal IV, meski efektivitasnya bergantung pada ketepatan waktu pencairan.
Bagi pelaku usaha, kepastian jadwal BSU juga memengaruhi perencanaan arus kas karyawan. Perusahaan umumnya diminta memfasilitasi verifikasi data rekening agar dana tidak tersendat di tahap penyaluran.
Pekerja dapat memantau https://bsu.kemnaker.go.id/ secara berkala sambil menunggu pembaruan sistem terkait BSU 2026. Informasi resmi berikutnya dari Kemnaker akan menentukan apakah jadwal pencairan tetap sesuai rencana kuartal IV.