SULAWESI UTARA — Kabar ini pertama muncul dari pengumuman resmi rumah lelang yang menangani koleksi keluarga Born. Angka 50 sen sebagai harga pembukaan bukan salah ketik — ini strategi lelang untuk memancing penawaran, bukan harga jual akhir.
Pembukaan 50 sen (sekitar Rp 8.000) adalah pola umum lelang koleksi besar di AS. Tujuannya memastikan semua lot mendapat penawaran, lalu harga naik mengikuti minat peserta.
Untuk mobil klasik yang kondisinya masih utuh, harga akhir biasanya melompat jauh. Tapi untuk unit yang sudah rusak berat atau hanya sasis, angka Rp 8 ribu bisa jadi harga jual sebenarnya.
Keluarga Born dikenal sebagai kolektor mobil klasik di Colorado. Selama puluhan tahun mereka mengumpulkan kendaraan dari berbagai era, dari muscle car sampai truk tua.
Jumlahnya ratusan unit. Sebagian disimpan di garasi, sebagian lagi di gudang terbuka — kondisi yang bikin banyak unit butuh restorasi serius.
Dari foto yang beredar, kondisinya campur. Ada yang catnya masih mengkilap dan kelihatan terawat, ada juga yang sudah berkarat parah dan rodanya hilang.
Pembeli harus cermat. Lelang seperti ini menggoda karena harganya murah, tapi biaya restorasi mobil klasik di Indonesia bisa jauh lebih mahal dari harga belinya.
Koleksi keluarga yang dilepas sekaligus selalu menarik. Kolektor dari Eropa, Australia, dan Asia biasanya ikut nimbrung karena ada peluang dapat unit langka dengan harga awal rendah.
Tapi untuk pembeli Indonesia, hitung-hitungannya beda. Ongkos kirim, bea masuk, dan restorasi sering membuat total biaya jauh di atas harga mobil klasik yang sudah jadi di pasar lokal.
Lelang ini lebih cocok untuk kolektor serius yang punya jaringan bengkel restorasi dan pengalaman impor. Untuk pemula, lebih aman beli mobil klasik yang sudah jadi di Indonesia meski harganya lebih mahal.
Harga pembukaan Rp 8 ribu memang bikin penasaran, tapi angka itu hanya pintu masuk. Biaya sebenarnya baru kelihatan setelah menang lelang.