Telkom Siapkan Dividen 60-90% dari Laba Bersih, Sinyal Yield Jumbo bagi Investor

Penulis: Dedi Supriadi  •  Senin, 07 September 2026 | 14:18:01 WIB
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Telkom Indonesia, Arthur Angelo Syailendra, menyampaikan proyeksi rasio pembayaran dividen sebesar 60-90% dari laba bersih dalam konferensi pers virtual, Senin (7/9/2026).
TLKM sebagai emiten BUMN dengan imbal hasil dividen paling atraktif di bursa. ISI:

SULAWESI UTARA — Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Telkom Indonesia, Arthur Angelo Syailendra, menyatakan perseroan tetap berpegang pada kebijakan dividen tunai yang dibagikan setelah penutupan tahun buku. Proyeksi DPR itu mengindikasikan potensi kenaikan dari realisasi tahun-tahun sebelumnya, seiring membaiknya kinerja operasional perusahaan.

"Telkom akan tetap fokus pada dividen tunai yang dibagikan setelah akhir tahun buku berjalan, bagaimana keputusannya pada RUPS tahun buku tersebut," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (7/9/2026).

"Per-assumption dari total dividen yang akan dibagikan berdasarkan dividen payout ratio sebesar 60-90% dari laba bersih," sambung Arthur.

Skema Pembagian dan Pertumbuhan Dividen per Lembar

Kebijakan ini dirancang untuk memberi kepastian arus kas bagi investor, tetapi tetap mempertimbangkan kebutuhan belanja modal perusahaan. Arthur menegaskan, pertumbuhan dividen per saham (dividend per share/DPS) akan diseimbangkan dengan rencana ekspansi dan investasi yang berjalan.

"Dengan demikian, kami juga akan menyeimbangkan pertumbuhan dividen per share dengan kebutuhan ekspansi dan investasi Telkom, kinerja perusahaan, kondisi pasar, serta aspirasi para pemegang saham," jelas Arthur.

Pernyataan ini menjadi sinyal positif di tengah ekspektasi pasar terhadap belanja modal besar Telkom untuk pengembangan pusat data (data center) dan infrastruktur jaringan 5G. Manajemen berupaya meyakinkan pasar bahwa ekspansi tidak akan mengorbankan hak dividen pemegang saham minoritas.

Dampak ke Investor dan Kinerja Saham

Bagi investor, rentang DPR 60-90% memberikan batas bawah yang lebih tinggi dibandingkan kebijakan sebelumnya yang kerap berada di kisaran 70-80%. Dengan asumsi laba bersih konsolidasi terjaga, skema ini berpotensi menghasilkan yield dividen di atas rata-rata industri telekomunikasi.

Keputusan final tetap bergantung pada hasil RUPS yang akan mempertimbangkan kondisi arus kas akhir tahun. Posisi kas TLKM yang kuat pasca divestasi menara dan bisnis data center diperkirakan menjadi bantalan utama untuk menjaga rasio pembayaran tetap tinggi.

Pergerakan harga saham TLKM dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan tren penguatan, didukung sentimen positif kebijakan dividen ini. Investor asing tercatat melakukan akumulasi beli pada emiten pelat merah tersebut, sejalan dengan perbaikan sentimen pasar modal domestik.

Keputusan final mengenai besaran dividen akan diumumkan setelah RUPS tahunan. Sampai saat itu, pasar akan mencermati realisasi laba bersih kuartal ketiga dan keempat untuk mengukur potensi dividen final yang akan diterima.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top