Petugas gabungan mendapati antrean yang cukup panjang di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang menjadi andalan warga Kotamobagu dan sekitarnya. Kondisi ini mulai terasa setelah terjadi penyesuaian pasokan dari pihak distributor.
Kabag Ops Polres Kotamobagu, AKP Rusdin Zima, mengatakan informasi awal yang diterima dari pengelola SPBU menyebutkan adanya pengurangan jatah kuota. Hal ini pun langsung berimbas pada panjangnya barisan kendaraan yang mengantre untuk membeli bahan bakar.
"Setelah kita pantau, menurut informasi dari pihak SPBU, beberapa hari lalu memang ada pengurangan distribusi kuota," ujar Rusdin di sela-sela kegiatan pengawasan, Kamis (3/9/2026).
Dalam pemantauan itu, tim gabungan tidak hanya sekadar berjaga di lokasi. Mereka memberikan masukan konkret kepada pengelola SPBU agar proses pelayanan bisa lebih cepat menjangkau lebih banyak konsumen.
Salah satu rekomendasi yang disampaikan adalah mengatur volume pengisian sesuai kondisi di lapangan. Ketika antrean sedang memuncak, konsumen yang biasanya meminta takaran penuh diminta untuk mengurangi volumenya sementara waktu.
"Misalnya konsumen datang dan ingin mengisi BBM 40 liter, kami sarankan kalau bisa setengahnya dulu, sehingga pelayanan bisa lebih cepat," jelas Rusdin.
Pemantauan ini merupakan bagian dari arahan pimpinan untuk menjaga situasi tetap tertib di tengah potensi kelangkaan. Polres Kotamobagu memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan jajaran TNI untuk memantau perkembangan distribusi.
AKP Rusdin berharap solusi jangka pendek ini bisa membantu meredakan kepadatan, sembari menunggu pasokan dari distributor kembali normal. Ia memastikan pengawasan akan terus dilakukan sampai kondisi di lapangan benar-benar pulih.
"Semoga dengan solusi itu bisa mengurangi antrean yang cukup panjang," pungkasnya.