KOTAMOBAGU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kotamobagu bersama jajaran TNI dan Polri mulai bergerak melakukan mitigasi di empat kecamatan. Langkah ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran BPBD Provinsi Sulawesi Utara terkait kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem pemicu El Nino.
Potensi dampak yang diwaspadai meliputi musim kemarau berkepanjangan, kebakaran hutan dan lahan, serta krisis air bersih di wilayah Kota Kotamobagu.
Kepala Badan BPBD Kotamobagu, Asriyanti Mapisangka, menyebut pihaknya kini fokus pada pemantauan titik-titik rawan kebakaran. Selain itu, penyusunan rencana operasional pengendalian kebakaran juga tengah disiapkan.
"Kami melakukan mitigasi di empat kecamatan sebagai langkah awal antisipasi dampak El Nino. Kerja sama dengan TNI dan Polri sangat penting agar upaya ini berjalan efektif dan cepat terjangkau hingga ke tingkat kelurahan dan desa," ujar Asriyanti.
BPBD juga mulai memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kesulitan air bersih. Data ini akan menjadi dasar penyaluran bantuan saat musim kemarau tiba.
Upaya pencegahan tidak hanya dilakukan lewat pemetaan. BPBD Kotamobagu gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar sampah atau lahan secara sembarangan.
Koordinasi lintas sektoral antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat terus diperkuat. Langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko bencana yang mungkin terjadi selama periode El Nino berlangsung.
BPBD mengimbau seluruh lapisan masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan. Mengingat dampak fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung dalam waktu yang cukup lama, kesiapsiagaan warga menjadi kunci utama. (Andong)