Kebakaran melanda gereja di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Manado, Sulawesi Utara, pada sore hari. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, memastikan seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam keadaan selamat dan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
MANADO — Api dilaporkan muncul dari bangunan gereja di kompleks Lapas Manado sekitar pukul 16.30 Wita. Kronologi bermula saat seorang warga binaan melapor ke regu pengamanan, yang kemudian meneruskan informasi itu hingga ke pemadam kebakaran.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, mengatakan laporan awal diterima dari warga binaan yang melihat titik api di dalam gereja. "Jadi kronologinya sekitar pukul 16.30 Wita, warga binaan pemasyarakatan atau WBP melaporkan ke regu pengamanan bahwa ada api di dalam gereja," ujarnya.
Informasi itu langsung diteruskan dari kepala lembaga pemasyarakatan ke kantor wilayah, lalu dilanjutkan ke dinas pemadam kebakaran. "Jadi sekitar 20 menit kendaraan pemadam kebakaran tiba di Lapas Manado," kata Haposan.
Peristiwa kebakaran ini tidak berdampak pada keselamatan warga binaan yang menghuni lapas tersebut. Haposan menegaskan tidak ada satu pun warga binaan yang terluka atau terdampak langsung dari kejadian ini. "Semua WBP dalam keadaan aman dan baik," katanya.
Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya api dari dalam gereja belum diketahui. Penanganan lebih lanjut untuk mengungkap asal muasal kebakaran diserahkan kepada aparat kepolisian. "Penyebab kebakaran belum diketahui dan nanti ditangani oleh aparat kepolisian untuk mendapatkan hasilnya," kata Haposan menambahkan.
Menanggapi insiden ini, jajaran pemasyarakatan menyebut telah melakukan sosialisasi kepada petugas dan warga binaan terkait risiko kebakaran di tengah musim kemarau. Imbauan difokuskan pada penggunaan api dan jaringan listrik secara hati-hati di lingkungan lapas.
"Kita sudah memberikan peringatan dini cuaca ekstrem, sudah dilakukan sosialisasi ke petugas ataupun ke WBP agar berhati-hati dengan api atau dengan penggunaan jaringan listrik agar tidak menyebabkan kebakaran," jelas Haposan.