SMA Negeri 2 Kotamobagu mencatatkan deretan prestasi akademik dan non-akademik sepanjang tahun 2026, dengan sembilan siswa terpilih sebagai anggota Paskibraka tingkat Kota Kotamobagu dan satu di antaranya melaju ke tingkat nasional. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif orang tua yang menjadi penggerak utama di balik pengembangan potensi siswa di sekolah tersebut.
KOTAMOBAGU — Tembusnya sembilan siswa SMA Negeri 2 Kotamobagu menjadi anggota Paskibraka tingkat kota menjadi salah satu pencapaian tertinggi sekolah pada tahun ini. Satu dari sembilan siswa tersebut bahkan dipercaya mewakili Provinsi Sulawesi Utara pada seleksi Paskibraka tingkat nasional.
Prestasi serupa juga diraih di bidang akademik. Delapan siswa SMAN 2 Kotamobagu berhasil berlaga di Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Sulawesi Utara. Di sektor olahraga dan seni, siswa sekolah ini juga tampil di ajang karate, pencak silat, hingga Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N).
Kiprah siswa SMAN 2 Kotamobagu tidak berhenti di tingkat regional. Dua siswa tercatat mewakili Sulawesi Utara pada Turnamen Sepak Bola Nasional Soeratin Cup U-17 2026 yang digelar di Surabaya. Capaian ini menempatkan sekolah di Kota Kotamobagu sebagai salah satu penyumbang atlet muda berbakat di provinsi.
Ketua Komite SMA Negeri 2 Kotamobagu, I Wayan Mudiyasa, menegaskan bahwa ekstrakurikuler bukan sekadar kegiatan tambahan di luar jam pelajaran. Menurutnya, wadah tersebut merupakan ruang bagi siswa untuk menemukan serta mengasah kemampuan yang tidak selalu didapat di dalam kelas.
Keberhasilan siswa meraih prestasi di berbagai bidang tidak dapat dilepaskan dari peran keluarga. Keterlibatan orang tua dalam mendampingi proses belajar dan mendukung kegiatan ekstrakurikuler anaknya dinilai berkontribusi signifikan terhadap pencapaian tersebut.
"Keberhasilan siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga peran keluarga, khususnya orang tua," ujar I Wayan Mudiyasa. Pernyataan ini menegaskan bahwa sinergi antara lingkungan sekolah dan rumah menjadi fondasi utama dalam membentuk siswa berprestasi.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Humas, Alin Tunggali, mencatat bahwa pembinaan ekstrakurikuler yang konsisten menjadi kunci dalam mengembangkan potensi siswa. Sekolah berupaya menyediakan ruang bagi siswa untuk bereksplorasi, sementara orang tua memberikan dorongan moral dan motivasi di rumah.
Kepala SMA Negeri 2 Kotamobagu, I Ketut Gunawan Adhywisna, mengakui bahwa pihaknya masih menghadapi keterbatasan tenaga pengajar. Meski demikian, komitmen untuk memberikan pendidikan terbaik bagi siswa tidak surut.
Dukungan orang tua dan komite sekolah diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat. Dengan kolaborasi ini, siswa didorong untuk terus belajar dan mengembangkan bakatnya, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Prestasi yang diraih sepanjang 2026 ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara sekolah, keluarga, dan komite dapat menghasilkan generasi muda yang unggul di tingkat kota, provinsi, hingga nasional.