Tiga Pekan Menjabat, Plt Rektor Unsrat Jamaludin Jompa Pacu Wisuda 1.017 Mahasiswa di Tengah Kendala PDDikti

Penulis: Boyke Sihombing  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:45:02 WIB
mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Manado mengikuti prosesi wisuda pada Kamis (20/8/2026) di tengah kendala administratif PDDikti.

Sebanyak 1.017 mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado akhirnya tetap menjalani prosesi wisuda pada Kamis (20/8/2026) di tengah kendala administratif pada pangkalan data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsrat, Prof Dr Ir Jamaludin Jompa, MSc, memastikan hak kelulusan para mahasiswa tetap didahulukan meski status administrasi mereka belum sepenuhnya rampung.

MANADO — Keputusan itu diambil langsung oleh pimpinan rektorat di kantor pusat Unsrat. Awalnya, target kelulusan pada Wisuda Gelombang I Tahun Akademik 2026/2027 ini hanya berkisar 600 hingga 700 orang. Namun, setelah melalui pembahasan internal, rektorat memutuskan untuk mempercepat prosesi bagi 1.017 wisudawan yang berasal dari 11 fakultas dan program pasca-sarjana.

“Kami bersepakat untuk tetap membantu alumni kita ini agar bisa dipercepat wisudanya, walaupun ada masalah administratif di PDDikti. Kami selesaikan administrasinya kemudian, yang terpenting mahasiswa tidak dirugikan,” ujar Jamaludin Jompa kepada wartawan di Manado, Kamis (20/8/2026).

Alasan Hak Lulusan Tidak Boleh Ditunda

Menurut Jamaludin, keterlambatan data di PDDikti berpotensi menghambat para lulusan dalam melanjutkan studi atau memasuki dunia kerja. Pihak rektorat menilai, persoalan teknis administrasi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan kewajiban akademiknya.

Percepatan ini juga menjadi indikator bahwa tata kelola dan iklim akademik di Unsrat tetap berjalan harmonis di tengah masa transisi kepemimpinan. “Wisuda itu adalah simbol bahwa peredaran darah universitas nadinya masih lancar dan semua berjalan mulus,” tegasnya.

Komitmen di Awal Masa Kepemimpinan

Langkah ini menjadi salah satu kebijakan signifikan yang diambil Jamaludin Jompa kurang dari tiga pekan sejak resmi menjabat sebagai Plt Rektor. Ia menegaskan bahwa prioritas utama kepemimpinannya adalah memastikan kepentingan mahasiswa tidak terhambat oleh dinamika birokrasi internal kampus.

“Terobosan percepatan ini dilakukan meski sempat terbentur kendala administratif. Namun pihak rektorat bersepakat untuk mendahulukan hak lulusan agar tidak merugikan masa depan mereka,” jelasnya.

Dengan rampungnya prosesi wisuda gelombang pertama ini, rektorat Unsrat selanjutnya akan fokus pada penyelesaian sinkronisasi data 1.017 lulusan tersebut ke dalam sistem PDDikti. Hal itu dilakukan agar ijazah dan transkrip nilai dapat diterbitkan tanpa kendala teknis di kemudian hari.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: detikmanado.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top