MANADO — Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus secara resmi membuka puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan 2026 di Manado, Kamis (20/8/2026). Dalam kesempatan itu, OJK Sulutgo menegaskan bahwa pemberian buku tabungan saja tidak cukup tanpa dibarengi pemahaman pengelolaan keuangan yang baik bagi generasi muda.
Kepala OJK Sulutgo Robert Sianipar menyebut data nasional menunjukkan 31 persen dari 284 juta penduduk Indonesia adalah pelajar dan mahasiswa. Angka tersebut menjadikan segmen pendidikan sebagai prioritas utama dalam program literasi keuangan nasional.
Robert menjelaskan bahwa HIM merupakan gerakan nasional yang bertujuan menanamkan budaya menabung sejak dini. Gerakan ini sejalan dengan target pemerintah mencapai tingkat inklusi keuangan 91 persen pada akhir 2025 dan 98 persen pada 2045 dalam kerangka visi Indonesia Emas.
“Kami bukan hanya sekedar memberikan buku tabungan kepada pelajar dan mahasiswa, namun memberikan pemahaman sehingga mereka teredukasi,” kata Robert di sela-sela acara yang digelar di Manado.
Puncak HIM di Sulut tahun ini diramaikan oleh 1.000 pelajar dan mahasiswa yang mengikuti berbagai lomba bertema keuangan. Secara simbolis, OJK bersama industri jasa keuangan juga menyerahkan buku tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) kepada perwakilan siswa yang hadir.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 tentang penetapan 20 Agustus sebagai Hari Indonesia Menabung.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Ia berharap para pelajar dan mahasiswa di daerahnya semakin giat menabung secara rutin.
“Menabung yang rutin dan disiplin akan membentuk karakter kita lebih baik, dan hasilnya pasti terbaik,” ujar Yulius di hadapan peserta HIM.
OJK Sulutgo mencatat tingkat literasi dan inklusi keuangan untuk segmen pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah rata-rata hasil survei nasional. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, dan perbankan terus diperkuat untuk menjangkau lebih banyak sekolah dan kampus di Sulawesi Utara.