SULAWESI UTARA — Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan kunci secara simbolis oleh Presiden Direktur Lion Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Kehadiran BAE menjadikan Batam Aero Technic tidak hanya melayani perawatan badan pesawat, tetapi juga mesin dalam satu kawasan.
"Semakin banyak kemampuan, semakin kuat industri penerbangan nasional," ujar Daniel Putut usai peresmian.
BAE dirancang khusus untuk menangani pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul mesin pesawat. Selama ini, layanan tersebut mayoritas masih dikirim ke fasilitas di luar negeri. Dengan adanya BAE, proses perawatan mesin bisa dilakukan di dalam negeri dengan standar yang setara.
Daniel menambahkan, industri MRO membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian khusus. Para profesional yang direkrut tidak hanya berasal dari Batam, melainkan dari berbagai daerah di Indonesia.
"Ini nilai positif bagi Batam, karena industrinya menghadirkan tenaga ahli dari seluruh Indonesia," katanya.
Wali Kota Batam menilai kehadiran BAE bukan sekadar tambahan investasi. Ia melihat adanya pergeseran struktur industri di Batam dari sektor padat karya menuju industri yang membutuhkan keahlian teknis tinggi.
"Ketika Batam Aero Technic melahirkan Batam Aero Engine, ini sesuatu yang patut kita dukung dan apresiasi," kata Amsakar.
Hingga saat ini, Batam Aero Technic mencatatkan total 5.761 pegawai secara kumulatif. Sekitar 2.000 di antaranya bekerja di Batam, dan sebagian besar akan terlibat dalam operasional BAE.
Lion Group juga berencana menyediakan hunian bagi para pekerjanya. Amsakar menilai fasilitas perumahan menjadi bagian penting untuk membangun ekosistem industri yang berkelanjutan, bukan sekadar menarik investasi jangka pendek.
"Ini yang patut dicontoh, ketika Lion Group menghadirkan tenaga ahli dan memberi fasilitas perumahan serta gaji layak," ujarnya.
Dari sisi bisnis, penguatan kapabilitas MRO di dalam negeri membuka peluang Indonesia menggarap pasar jasa perawatan pesawat di kawasan Asia. Dengan biaya operasional yang lebih kompetitif dibandingkan Singapura atau Malaysia, BAE berpotensi menarik maskapai regional untuk melakukan perawatan mesin di Batam.