MANADO — BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Utara memastikan santunan ahli waris tidak sekadar habis untuk kebutuhan harian. Lewat Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA), puluhan penerima manfaat di Kota Manado digembleng menjadi wirausahawan.
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Utara, Juwenli Jona Librata Soselisa, menyebut para peserta adalah istri atau ahli waris penerima Jaminan Kematian (JKm), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), hingga orang tua dari penerima beasiswa.
Pelatihan ini menyasar tata kelola dan manajemen usaha, pengurusan perizinan UMKM, hingga akses permodalan dan pemasaran. Materi dibawakan oleh Dinas Koperasi UMKM Manado, perbankan, dan pelaku UMKM yang sudah berpengalaman.
Menurut Soselisa, selama ini santunan banyak dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan pendidikan. Ke depan, alokasinya diharapkan bergeser ke hal yang lebih produktif.
"Peserta dilatih, diarahkan santunan yang diterima dapat dijadikan modal usaha produktif. Dengan demikian bisa mencegah terjadinya kemiskinan baru akibat kehilangan tulang punggung keluarga," jelasnya di Manado, Kamis.
Program PEKA lahir dari keprihatinan bahwa risiko terhadap tenaga kerja kerap memutus rantai ekonomi keluarga. Lewat program ini, BPJS Ketenagakerjaan bersama mitra BUMN lainnya mendorong para penerima manfaat untuk mandiri dan membangun kembali kehidupan ekonominya.
"Kami berharap mereka yang menjadi penerima manfaat ini bisa punya usaha. Tidak hanya uang atau santunan yang kita berikan itu habis begitu saja," ungkap Soselisa.
Salah satu peserta, Ceni Papendang, warga Bahu Lingkungan I, mengaku bangga dilibatkan dalam program ini. Perempuan yang memiliki keahlian merias dan memasak rupa-rupa produk kuliner ini menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan usahanya.
"Ini sangat berarti bagi saya. Pengetahuan yang diberikan sangat berguna," kata Ceni.
Manado menjadi kota pertama di Sulawesi Utara yang menggelar pelatihan PEKA. Puluhan pelaku UMKM yang merupakan penerima manfaat menjadi peserta perdana program ini.