BOLMUT — Wakil Bupati Bolmut Aditya Pontoh turun langsung meninjau sekaligus menyalurkan air bersih ke warga di Kecamatan Sangkub. Pendistribusian ini merupakan respons cepat pemerintah daerah setelah laporan kekeringan masuk dari sejumlah desa di kecamatan tersebut.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmut per Minggu (16/8/2026), total 15 desa di kabupaten itu mengalami krisis air bersih. Namun, untuk wilayah Sangkub sendiri, enam desa dilaporkan paling parah mengalami kekurangan air.
Warga tampak mengantri dengan membawa jeriken dan ember di lokasi penyaluran air bersih. Bantuan datang dari dua sumber, yakni Pemkab Bolmut dan BWS Sulawesi I.
Dalam peninjauan tersebut, Aditya Pontoh didampingi anggota DPRD Bolmut serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Kehadiran pejabat di lokasi menunjukkan prioritas penanganan darurat kekeringan di daerah itu.
Kecamatan Sangkub menjadi wilayah dengan laporan terbanyak desa yang kesulitan air bersih di Bolmut. Kondisi ini diperparah dengan kemarau panjang yang melanda Sulawesi Utara pada Agustus 2026.
Pemkab Bolmut memastikan pendistribusian air bersih akan terus dilakukan selama masa darurat kekeringan. Warga diimbau menggunakan air secara bijak hingga pasokan kembali normal.