SULAWESI UTARA — Kolo Toure menghabiskan 14 musim di Premier League bersama tiga klub besar. Dari era Invincibles di Arsenal, kebangkitan Manchester City, hingga awal kepemimpinan Jurgen Klopp di Liverpool, pemain asal Pantai Gading itu punya banyak pilihan sulit saat menyusun tim impiannya.
Bek berusia 43 tahun itu akhirnya memilih formasi berlian dengan dominasi pemain Arsenal di lini belakang dan lini tengah. Satu kursi di lini serang menjadi milik Drogba, mengungguli Luis Suarez dan Sergio Aguero yang ia tempatkan sebagai pemain cadangan.
Di bawah mistar, Toure memilih Jens Lehmann. Ia menyebut kiper asal Jerman itu punya kemampuan menepis bola yang hebat, termasuk dalam menghadapi bola-bola silang. Namun, Toure juga mengingat sisi liar Lehmann.
"Dia pria yang menyenangkan, tapi sangat gila. Kamu tidak ingin berada dalam daftar buruknya, percayalah," ujar Toure.
Untuk posisi bek kanan, ia memilih Lauren daripada Emmanuel Eboue. Sementara itu, Sol Campbell dan Vincent Kompany menjadi duet bek tengah, dan Ashley Cole mengisi pos bek kiri. Khusus Kompany, Toure menyoroti kematangan sang bek meski masih sangat muda saat pertama kali bermain bersama di Manchester City.
Steven Gerrard ditempatkan sebagai gelandang bertahan dalam formasi berlian. Toure menilai mantan kapten Liverpool itu punya visi bermain dan jangkauan umpan yang sempurna untuk peran tersebut. Patrick Vieira mengisi satu slot gelandang tengah, mengungguli David Silva yang harus puas tidak masuk skuad utama.
Yaya Toure menempati pos gelandang kanan. Kolo Toure mengakui memasukkan adiknya itu bukan sekadar karena faktor keluarga.
"Yaya selalu pemain yang lebih baik dari kami berdua sejak kecil. Saya tidak keberatan adik saya lebih hebat dari saya," kata Kolo Toure.
Dennis Bergkamp berperan sebagai playmaker di belakang dua penyerang. Toure menyebut pemain asal Belanda itu tak tergantikan dalam peran tersebut. Thierry Henry menjadi pilihan utama di lini depan, disusul Didier Drogba yang ia nilai selalu bisa diandalkan di momen-momen besar.
Toure juga memasukkan nama Arsene Wenger sebagai manajer tim impiannya. Pelatih asal Prancis itu dianggapnya sebagai sosok yang memberinya kesempatan pertama bermain di Premier League.
"Tidak mudah memilih anak dari Afrika, membawanya langsung ke Inggris, dan memasukkannya ke tim Arsenal setelah kurang dari setahun. Saya berutang segalanya padanya," ucap Toure.
Bangku cadangan tim impian Toure diisi Gael Clichy, Sergio Aguero, dan Luis Suarez.