KOTAMOBAGU — Muksin Dondo mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (16/8) subuh. Ia menjadi korban kesembilan dari tragedi drag race yang melanda Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara.
Kabar duka itu dibenarkan langsung oleh salah satu anggota keluarga. "Iya, tadi sudah dinyatakan meninggal. Tadi subuh," ungkapnya singkat saat dikonfirmasi.
Sebelum dirujuk ke RSUP Prof Kandouw Manado, Muksin sempat mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan lokal. Kondisinya kritis akibat cedera parah yang dideritanya saat insiden maut tersebut.
Tim medis di Manado telah berupaya maksimal, namun kondisi pria asal Desa Pontodon Timur itu terus memburuk. Hingga akhirnya, nyawanya tidak tertolong pada dini hari tadi.
Dengan berpulangnya Muksin Dondo, total korban jiwa dalam peristiwa ini mencapai sembilan orang. Sebelumnya, delapan korban lain telah lebih dulu meninggal dunia, sebagian besar merupakan warga Kabupaten Bolaang Mongondow.
Nama-nama seperti Risna Longkun, Harianti Mokoginta, dan Lisma Mokoginta tercatat sebagai korban yang berasal dari Bolaang Mongondow. Selain itu, ada pula Ali Ponamon, Bio Mokoagow, dan Nilawati Mokodongan yang merupakan warga sekitar lokasi kejadian. Rugaina Manangin juga menjadi salah satu korban dalam insiden memilukan ini.
Peristiwa ini menjadi pengingat paling kelam tentang bahaya kegiatan balap liar yang kerap mengancam keselamatan publik. Aksi yang seharusnya menjadi hiburan tersebut berubah menjadi duka mendalam bagi belasan keluarga yang kehilangan anggota tercinta.
Jalan A.P. Mokoginta di Kelurahan Upai yang menjadi lokasi kejadian kini menyisakan trauma bagi warga sekitar. Mereka berharap aparat penegak hukum dan pemerintah setempat segera mengambil langkah tegas.
Tuntutan untuk memberantas balap liar di Kotamobagu dan sekitarnya kini semakin menguat. Publik mendesak adanya tindakan nyata agar tragedi serupa tidak kembali merenggut korban jiwa di masa mendatang.