SULAWESI UTARA — Enam pelabuhan yang dikelola ASDP mulai hari ini memberlakukan standar operasional baru. Program yang digadang-gadang sebagai transformasi budaya kerja ini bukan hanya soal menata ulang lokasi parkir atau gedung terminal, melainkan menyentuh seluruh rantai pelayanan—dari kendaraan masuk gerbang hingga naik ke kapal.
Penerapan ini merupakan puncak dari persiapan panjang yang dimulai sejak soft launching 20 Juli 2026. Selama masa transisi, manajemen ASDP bersama regulator dan instansi terkait menggelar sosialisasi intensif kepada pengguna jasa dan pelaku usaha di sekitar pelabuhan.
Pada hari pertama implementasi, pengendalian kawasan berjalan sesuai rencana. Petugas gabungan mulai menerapkan pengaturan akses yang lebih ketat, memanfaatkan teknologi digital untuk memantau pergerakan kendaraan, serta menata aktivitas bongkar muat agar tidak mengganggu jalur utama.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa sterilisasi ini bukan sekadar penataan fisik semata.
"Hari ini menjadi tonggak penting transformasi layanan penyeberangan nasional. Sterilisasi pelabuhan bukan sekadar penataan kawasan, melainkan perubahan budaya operasional yang memastikan setiap aktivitas di kawasan pelabuhan berlangsung secara aman, tertib, dan sesuai standar," ujarnya dalam seremoni go live yang digelar serentak di enam lokasi.
Heru menambahkan, pihaknya yakin pelabuhan yang aman akan melahirkan perjalanan yang nyaman dan operasional yang semakin andal. Harapannya, kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan nasional ikut menguat.
Bagi pengguna jasa, dampak paling terasa adalah berkurangnya potensi kecelakaan di area pelabuhan. Selama ini, area pelabuhan kerap menjadi titik rawan karena bercampurnya arus kendaraan berat, pejalan kaki, dan aktivitas pedagang. Dengan sterilisasi, zona-zona tersebut dipisahkan secara tegas.
Pengawasan juga diperkuat melalui sinergi lintas instansi. Hal ini untuk memastikan tidak ada celah operasional yang bisa memicu gangguan keamanan atau keselamatan, terutama saat lonjakan penumpang di musim liburan atau arus mudik.
Program ini menyasar lima cabang operasional ASDP yang mengelola enam pelabuhan strategis. Pelabuhan-pelabuhan tersebut merupakan pintu gerbang utama penghubung Pulau Jawa dengan Sumatera (Merak–Bakauheni) serta Jawa dengan Bali (Ketapang–Gilimanuk), ditambah Kayangan dan Lembar di Nusa Tenggara Barat.
Ke depan, ASDP akan terus mengevaluasi penerapan standar ini secara berkala. Jika berhasil, bukan tidak mungkin model sterilisasi serupa diperluas ke pelabuhan lain yang dikelola perseroan di seluruh Indonesia.