SULAWESI UTARA — Setelah debut sebagai prototipe di GIIAS 2025, Kupprum NOMAD kembali hadir di GIIAS 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang. Namun kali ini, unit yang dipajang sudah berstatus versi produksi dan tersedia untuk pengujian singkat di area test ride pameran.
Desain Kupprum NOMAD mengusung format dual-purpose dengan posisi duduk tegak dan rangka terbuka. Konsep ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang beragam, baik di aspal maupun permukaan tidak rata.
Saat pertama kali diduduki, bobot sekitar 170 kilogram terasa signifikan. Namun distribusi massanya cenderung terkonsentrasi di bagian tengah bawah berkat penempatan baterai lithium 72V 95Ah sebagai sumber daya utama.
Posisi berkendara yang tegak memberikan visibilitas luas ke depan. Konfigurasi ini lazim dipakai motor adventure karena mendukung kontrol saat duduk maupun berdiri di atas footpeg.
Saat tuas gas diputar dari posisi diam, respons yang muncul instan seperti karakter kendaraan listrik pada umumnya. Tenaga dari motor listrik 11 kW langsung tersedia dengan penyaluran yang halus dan mudah diprediksi pada kecepatan rendah.
Keterbatasan area uji di pameran membuat pengujian belum bisa mencapai kecepatan tinggi. Klaim kecepatan maksimum 200 km/jam dari produsen pun belum dapat diverifikasi dalam sesi ini.
Manuver kecepatan rendah hingga menengah menunjukkan motor masih cukup stabil untuk penggunaan perkotaan maupun simulasi jalur ringan. Pada lintasan bergelombang dan tikungan, suspensi mampu meredam permukaan tidak rata dengan cukup baik tanpa gejala hentakan keras.
Perancang Kupprum NOMAD, Nafi Nugraha, menjelaskan konsep ini dipilih sebagai jawaban atas kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang beragam. Menurutnya, NOMAD hadir sebagai motor listrik lokal dengan desain futuristik dan performa dinamis.
"Motor ini dirancang tidak hanya untuk pengguna perkotaan yang membutuhkan kendaraan stylish dan tangguh, tetapi juga bagi mereka yang gemar berpetualang-atau bahkan sekadar melewati genangan banjir perkotaan sekalipun," ujar Nafi, Rabu (5/8).
Kupprum menyebut harga normal NOMAD sebesar Rp85 juta on the road Jakarta. Namun, pengujian ini belum mencakup kondisi off-road sebenarnya, perjalanan jarak jauh, maupun penggunaan beban penuh.
Informasi detail seperti jarak tempuh, waktu pengisian daya, sistem manajemen baterai, serta ketahanan terhadap air belum dijelaskan secara rinci dalam sesi ini. Jadwal distribusi, status homologasi, garansi baterai, jaringan layanan, dan ketersediaan suku cadang juga masih menjadi bagian penting untuk menilai kesiapan produk di pasar.