SULAWESI UTARA — Pameran otomotif terbesar di Indonesia ini berlangsung 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 dengan lebih dari 60 merek global, termasuk enam pendatang baru. Bagi calon pembeli, ini bukan sekadar ajang pamer—ini momen menentukan apakah mobil yang sudah ditabung bertahun-tahun layak dibeli atau cuma gimmick panggung.
Kami merangkum peluncuran paling signifikan dari sisi harga, teknologi, dan strategi masing-masing pabrikan. Bukan sekadar daftar, tapi analisis singkat apakah setiap model layak masuk daftar beli Anda.
Toyota membawa tiga model sekaligus, dan yang paling menonjol adalah Land Cruiser Hybrid dengan total tenaga 457 HP dan torsi 790 Nm. Ini varian terkuat yang pernah dibuat untuk model ini, memadukan mesin V6 3.500 cc twin-turbo dengan motor listrik dalam sistem Parallel Hybrid.
Dua varian ditawarkan: VX-R dan GR-S HEV, mulai Rp 2,716 miliar OTR Jakarta. Posisinya jelas—ini untuk konsumen yang butuh kemampuan off-road legendaris tapi ingin efisiensi lebih baik dari versi konvensional. Masalahnya, di harga segitu, kompetitor seperti Range Rover dan Lexus LX juga bermain di lapangan yang sama.
Untuk pasar yang lebih luas, Toyota juga memajang bZ4X Touring dengan bagasi lebih lapang 140 mm dan penggerak AWD, plus Land Cruiser FJ—SUV ladder frame ringkas bergaya retro FJ40 dengan mesin 2.700 cc 4-silinder 122 kW, sistem 4WD part-time, dan Rear Differential Lock. Yang terakhir masih special preview, jadi spesifikasi final bisa berubah.
Honda akhirnya punya mobil listrik di Indonesia, dan mereka memilih segmen yang tidak terduga: city car kompak seberat 1.090 kg. Harga resmi baru diumumkan 5 Agustus 2026, tapi estimasi berkisar Rp 320–400 jutaan.
Masalahnya, kuota tahun ini cuma 100 unit. Ini bukan strategi penjualan massal—ini uji pasar. Kalau Anda serius, siapkan dana dan hubungi dealer jauh-jauh hari. Karakter berkendara khas Honda dijanjikan tetap ada, tapi kami belum bisa menilai sampai unit tes tersedia.
Mazda 6e Fastback jadi sedan listrik pertama mereka di Indonesia dengan harga resmi Rp 850 juta. Ini segmen yang masih sepi pesaing, dan Mazda punya peluang besar kalau kualitas berkendaranya setara versi bensin.
Yang lebih menarik justru All-New CX-5 mulai Rp 599 juta dan New CX-30 yang kini dirakit lokal di Rp 499 juta. Rakitan lokal biasanya berarti harga lebih kompetitif dan ketersediaan suku cadang lebih baik. CX-30 di bawah Rp 500 juta adalah posisi yang sangat agresif di kelas SUV kompak premium.
Wuling meluncurkan Aira EV, city car listrik 4 pintu yang menggantikan posisi Air EV. Dua varian baterai ditawarkan: Standard Range dengan jarak tempuh 205 km (standar CLTC) dan Long Range yang datanya belum lengkap di pengumuman resmi.
Strategi Wuling jelas—menguasai segmen entry-level EV perkotaan. Harga belum diumumkan, tapi kalau mereka bisa mempertahankan posisi di bawah Rp 300 jutaan, ini akan jadi pilihan serius buat yang butuh mobil kedua untuk harian.
Nissan membawa kabar baik untuk penggemar mobil sport: Fairlady Z 2026 dengan mesin V6 3.000 cc twin-turbo 400 HP. Ini mobil yang menyenangkan untuk dilihat, tapi segmen sports car di Indonesia memang niche—pembelinya biasanya sudah punya mobil utama.
Lexus RZ 600e hadir sebagai SUV listrik premium dengan peningkatan performa, sementara Subaru All-New Outback membawa desain baru dan fitur keselamatan aktif terbaru. Keduanya melengkapi lini masing-masing, tapi belum ada angka harga resmi yang bisa kami bandingkan.
Daihatsu New Sigra mulai Rp 173,2 juta untuk varian 1.2R A/T dan M/T—mobil ini tetap jadi pilihan rasional untuk keluarga muda dengan budget terbatas. Terios Special Edition cuma 20 unit selama GIIAS, lebih ke gimmick kelangkaan daripada strategi penjualan serius.
Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro hadir dengan dominasi warna hitam dan teknologi mild hybrid SHVS. Ini bukan full hybrid—jangan berharap efisiensi BBM seperti Toyota Prius. Tapi untuk harga di kelasnya, tambahan asisten listrik kecil tetap membantu di kemacetan.
Beberapa catatan penting dari peluncuran GIIAS 2026:
GIIAS 2026 menunjukkan arah yang jelas: elektrifikasi tidak lagi jadi pilihan, tapi keharusan. Tapi jangan buru-buru booking—tunggu review hands-on dari kami dan media lain, karena spesifikasi di atas kertas tidak selalu sama dengan pengalaman berkendara harian.