KOTAMOBAGU — Rapat koordinasi yang dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, Babinsa, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Bagian Hukum Setda.
Pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan diminta bergerak cepat merealisasikan visi-misi kepala daerah. "Pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan merupakan ujung tombak dalam mengimplementasikan visi dan misi Wali Kota serta Wakil Wali Kota sehingga seluruh program pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Sahaya dalam arahannya.
Instruksi yang disampaikan mencakup empat poin strategis yang harus dieksekusi oleh jajaran pemerintahan terbawah. Keempatnya menjadi prioritas dalam waktu dekat.
Seluruh camat, sangadi, dan lurah mendapat penekanan khusus terkait pengelolaan anggaran. Setiap penggunaan dana harus dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Koordinasi antar unsur terkait juga diperkuat untuk menjaga stabilitas keamanan dan kebersihan di wilayah masing-masing. Peran aktif warga menjadi kunci dalam menjaga lingkungan tetap kondusif dan asri.
Menyambut peringatan kemerdekaan, perangkat daerah diminta segera melakukan berbagai persiapan. Mulai dari pemasangan Bendera Merah Putih dan umbul-umbul, pelaksanaan kerja bakti, hingga menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan.
Selain itu, Surat Edaran Wali Kota tentang penggunaan Bahasa Mongondow dan pelaksanaan Tari Dana-Dana kembali ditegaskan. Hal ini bertujuan mengawal identitas budaya daerah dalam setiap kegiatan pemerintahan maupun kemasyarakatan.
Rapat koordinasi ditutup dengan menyanyikan lagu "Padamu Negeri" sebagai simbol penguatan semangat nasionalisme, pengabdian kepada bangsa dan negara, serta komitmen seluruh aparatur pemerintah untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.