SULAWESI UTARA — Perbincangan soal foto busana tradisional kembali memanaskan media sosial. Sejumlah akun di Malaysia dan Indonesia menyorot kemiripan foto Baju Kurung yang tampil di laman resmi promosi pariwisata Indonesia, Indonesia.Travel, dengan katalog milik jenama pakaian asal Malaysia. Pertanyaan pun mengemuka: apakah konten promosi wastra Nusantara itu orisinal?
Kementerian Pariwisata, melalui Deputi Pemasaran Ni Made Ayu Marthini, memberi tanggapan resmi. Pihaknya mengapresiasi atensi publik terhadap kekayaan budaya Indonesia sebagai bentuk kepedulian bersama.
"Perhatian publik terhadap kekayaan budaya Indonesia merupakan bentuk kepedulian bersama yang kami apresiasi. Perlu kami sampaikan bahwa materi foto mengenai Baju Kurung yang menjadi perhatian publik berasal dari artikel pada laman resmi RRI berjudul 'Yuk Intip Tata Cara Memakai Baju Kurung Tradisional Kepri' yang dipublikasikan pada 3 Agustus 2023," ujar Made dalam keterangan resminya.
Artikel RRI itu memuat informasi tentang Baju Kurung sebagai pakaian tradisional masyarakat Kepulauan Riau. Pada tahun yang sama, Kementerian Pariwisata mengutip konten tersebut untuk artikel berjudul "Baju Kurung" di Indonesia.Travel sebagai bagian dari promosi wastra Nusantara asal Provinsi Kepulauan Riau.
Penelusuran lebih lanjut membawa temuan menarik: foto yang sama ternyata digunakan luas oleh sejumlah penjual di platform marketplace Indonesia, seperti Lazada, Shopee, dan Tokopedia. Para penjual itu bahkan memiliki toko fisik di wilayah Jabodetabek.
"Tim kami turut melakukan penelusuran terhadap produk tersebut. Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh penjual pada platform marketplace, produk dimaksud merupakan hasil produksi Indonesia," jelas Made.
Secara historis, Baju Kurung dengan model Cekak Musang dan Teluk Belanga merupakan pakaian tradisional masyarakat Melayu di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Busana ini tumbuh dari akar budaya Melayu yang berkembang luas di Asia Tenggara.
Kemiripan dengan tradisi berpakaian di negara lain yang berbagi warisan budaya Melayu adalah hal yang wajar. Meski demikian, setiap negara memiliki identitas, sejarah, penamaan, dan karakteristik budayanya sendiri.
Menutup pernyataannya, Made menegaskan komitmen kementerian untuk terus menyampaikan informasi berdasarkan sumber kredibel. "Kementerian Pariwisata akan terus menyampaikan informasi mengenai kekayaan budaya Indonesia berdasarkan sumber-sumber yang kredibel serta mendukung upaya pelestarian dan promosi warisan budaya Indonesia kepada masyarakat dan dunia internasional," pungkasnya.
Bagi traveler yang ingin mengenal lebih dekat wastra Melayu, kunjungan ke Provinsi Kepulauan Riau atau Riau bisa menjadi pilihan. Informasi terkini soal event budaya dan promosi pariwisata dapat dicek langsung melalui kanal resmi Indonesia.Travel.