SULAWESI UTARA — Strategi transformasi digital yang dijalankan Telkom mulai menunjukkan hasil nyata di tengah persaingan industri telekomunikasi yang kian ketat. Selain pendapatan yang tumbuh, EBITDA perusahaan naik 3,8 persen menjadi Rp 37,5 triliun dengan margin 49,4 persen. Arus kas operasional pun meningkat 7 persen menjadi Rp 34,9 triliun, didukung program efisiensi berkelanjutan dan disiplin pengelolaan biaya.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan capaian ini merupakan buah dari akselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30. "Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (28/7).
Di segmen bisnis konsumen (B2C), Telkomsel mencatat pendapatan Rp 55,6 triliun atau tumbuh 3,3 persen year on year (YoY). Pertumbuhan ini terutama didorong pendapatan Digital Business Data yang melonjak 11 persen. Angka tersebut mencerminkan pemulihan industri mobile yang didukung strategi komersial disiplin, termasuk penetapan harga dan optimalisasi portofolio produk.
Hasilnya, Average Revenue Per User (ARPU) mobile naik 9 persen menjadi Rp 45.600. Konsumsi data masyarakat juga meningkat selama momen liburan sekolah dan perhelatan Piala Dunia, mendorong kebutuhan layanan data berkualitas.
Berbeda dengan bisnis seluler, Telkomsel justru mengkalibrasi basis pelanggan fixed broadband. Jumlah pelanggan IndiHome tercatat 9,5 juta, turun dari 10,1 juta pada semester I 2025. Namun dampaknya terhadap pendapatan kuartalan terbatas. ARPU IndiHome secara kuartalan naik 3,4 persen menjadi Rp 211.000, sementara rasio konvergensi meningkat menjadi 65 persen.
"Langkah ini merupakan bagian dari strategi membangun basis pelanggan yang lebih berkualitas, meningkatkan efektivitas monetisasi layanan, serta memperkuat pertumbuhan berkelanjutan," tulis manajemen Telkom dalam laporan kinerjanya.
Di sisi bisnis enterprise, segmen B2B Infrastructure membukukan pendapatan Rp 33,1 triliun pada paruh pertama 2026, melonjak 19 persen YoY. Pendapatan eksternal segmen ini naik 4,9 persen menjadi Rp 4,7 triliun, ditopang pendapatan Data, Internet, dan IT Service.
Anak usaha menara, Mitratel, mencatat pendapatan Rp 4,7 triliun dengan total tenant mencapai 63.866 atau tumbuh 4,9 persen. Rasio penyewaan menara (tenancy ratio) naik menjadi 1,57x. Sementara itu, bisnis data center melalui NeutraDC terus diperkuat dengan inisiatif konsolidasi agar menjadi pengelola terpusat seluruh aset data center TelkomGroup.
Ke depan, Telkomsel berencana mengakselerasi strategi quality growth dengan memanfaatkan teknologi AI dan 5G, serta mengembangkan solusi digital untuk pelanggan individu dan pelaku usaha. Berbagai inisiatif ini diharapkan memperkuat posisi Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.